KABARBURSA.COM — Wall Street bergerak menguat pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan dorongan utama datang dari Nvidia. Kenaikan ini membuat indeks acuan kembali mendekati rekor tertinggi yang tercipta pada akhir bulan lalu, di tengah optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan yang masih menjadi motor utama sentimen pasar.
Dilansir dari AP, Indeks S&P 500 naik 0,6 persen ke level 6.881,31, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 129,47 poin atau 0,3 persen ke posisi 49.662,66. Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi melesat 0,8 persen ke 22.753,63. Pergerakan ini menunjukkan bagaimana saham teknologi tetap menjadi pengungkit utama arah pasar.
Nvidia kembali menjadi pusat perhatian setelah Meta Platforms mengumumkan kemitraan jangka panjang yang mencakup penggunaan jutaan chip dan perangkat lain untuk pusat data kecerdasan buatan. Saham Nvidia naik 1,6 persen dan menjadi faktor paling kuat yang mendorong S&P 500 ke zona hijau. “Tidak ada yang menerapkan AI dalam skala sebesar Meta,” ujar CEO Nvidia Jensen Huang.
Karena kapitalisasi pasarnya yang terbesar di Wall Street, setiap penguatan Nvidia memberi dampak signifikan terhadap indeks utama. Reli ini sekaligus memperlihatkan sisi cerah dari pengembangan AI bagi pasar saham Amerika Serikat.
Namun di balik optimisme tersebut, investor tetap menyimpan kekhawatiran. Belanja besar perusahaan teknologi untuk AI mulai dipertanyakan efektivitasnya dalam menghasilkan laba dan produktivitas di masa depan. Kekhawatiran itu membuat pergerakan saham menjadi tajam dan fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir.
Saham Meta sempat turun hingga 1,7 persen sebelum berbalik arah dan ditutup naik 0,6 persen. Investor menilai biaya investasi AI yang sangat besar berpotensi menekan profitabilitas dalam jangka pendek.
Di sisi lain, muncul pula kecemasan bahwa keberhasilan AI menciptakan alat yang lebih murah untuk menyelesaikan pekerjaan kompleks bisa menggerus bisnis di berbagai sektor, mulai dari perangkat lunak hingga jasa hukum dan logistik. Kondisi ini membuat pasar bereaksi cepat terhadap saham yang dianggap rentan.
Analis menggambarkan respons investor dengan pendekatan tembak dulu baru bertanya kemudian, sebuah gambaran tentang betapa agresifnya pelaku pasar menghukum saham yang dinilai terancam oleh disrupsi teknologi. Musim laporan keuangan yang solid ikut menopang penguatan indeks. Sejumlah perusahaan besar membukukan kinerja di atas ekspektasi analis.
Cadence Design Systems melonjak 7,6 persen setelah mencatat laba dan pendapatan kuartalan yang melampaui perkiraan. CEO Anirudh Devgan menegaskan pentingnya perangkat lunak rekayasa yang dikembangkan perusahaannya di tengah kekhawatiran bahwa AI akan merombak industri.
Analog Devices naik 2,6 persen setelah melaporkan kinerja yang juga melampaui estimasi. Perusahaan chip itu menyebut pesanan dari bisnis pusat data mencetak rekor sepanjang kuartal terakhir.
Di luar laporan keuangan, Moderna melesat 6,1 persen setelah regulator Food and Drug Administration menyatakan akan meninjau kandidat vaksin flu yang sebelumnya sempat ditolak. Kenaikan tersebut menutup penurunan tajam Palo Alto Networks yang anjlok 6,8 persen. Meski mencatat laba lebih baik dari perkiraan, proyeksi keuntungan untuk kuartal berjalan dan sisa tahun fiskal berada di bawah ekspektasi analis.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury naik setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan. Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke 4,08 persen dari 4,05 persen pada Selasa.
Produksi industri tercatat meningkat melebihi ekspektasi ekonom. Pesanan barang tahan lama seperti komputer dan produk logam fabrikasi juga tumbuh lebih tinggi pada Desember, di luar sektor transportasi. Sementara itu, pembangunan rumah baru melampaui perkiraan.
Data ekonomi yang kuat membuka peluang bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga lebih lama. The Federal Reserve sebelumnya menahan pemangkasan suku bunga, meski pelaku pasar masih memperkirakan pelonggaran akan kembali dilakukan pada musim panas setelah ketua baru menjabat.
Risalah rapat terakhir The Fed menunjukkan banyak pejabat masih ingin melihat inflasi turun lebih jauh sebelum mendukung pemangkasan suku bunga tambahan tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah memang dapat mendorong ekonomi dan harga aset, tetapi berisiko memicu kembali tekanan inflasi.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.