KABARBURSA.COM – Honda, Nissan, dan Mitsubishi akan berkolaborasi untuk berbagi komponen Electronic Control Unit (ECU) pada produk kendaraannya.
Langkah ketiga raksasa otomotif Jepang ini merupakan salah satu strategi dalam efisiensi biaya di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Laporan Nikkei Asia menyebutkan, Honda, Nissan dan Mitsubishi berpotensi mencapai kesepakatan dalam beberapa pekan ke depan, meskipun kerangka kerja terkait pengembangan dan pengadaan komponen ini masih dalam tahap penyempurnaan.
ECU tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai fungsi penting kendaraan berbasis perangkat lunak atau Software Defined Vehicle (SDV), mulai dari sistem bantuan mengemudi otonom hingga fitur infotainment.
Rencananya, teknologi ini akan digunakan pada kendaraan hybrid maupun listrik Honda, Nissan dan Mitsubishi di masa mendatang.
Penggunaan komponen bersama diyakini dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing Honda, Nissan, dan Mitsubishi terhadap agresivitas produsen mobil China serta Tesla yang terus memperluas pangsa pasar kendaraan listrik (EV).
Tak hanya berbagi ECU, Honda dan Nissan juga disebut sedang menjajaki pengembangan perangkat lunak dan sistem operasi kendaraan yang sama. Hal ini untuk mendukung ekosistem SDV dari ketiga merek tersebut di masa depan.
Kolaborasi ini menjadi kelanjutan dari kerja sama kedua perusahaan. Sebelumnya pada 18 bulan lalu, Honda dan Nissan pernah berencana merger. Namun upaya ini batal terealisasi karena tidak menemukan kesepakatan atas struktur manajemen.
Kala itu, Honda ingin Nissan menjadi anak usahanya. Sementara Nissan yang tengah menghadapi penurunan penjualan di Jepang, kurang meyakini bahwa langkah tersebut dapat mengoptimalkan kinerja perusahaan.
Sementara dalam enam bulan terakhir ini, Honda dan Nissan juga dilaporkan menjalin pembahasan mengenai kerja sama produksi di Amerika Utara.
Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah Nissan memproduksi truk pikap untuk Honda dan Mitsubishi, serta berkolaborasi mengembangkan kendaraan berukuran besar.
Laporan pada Maret lalu bahkan menyebut Nissan berencana memproduksi truk pikap Honda di fasilitas perakitannya di Canton, Amerika Serikat. Pabrik tersebut masih memiliki kapasitas produksi yang belum optimal setelah Nissan membatalkan proyek pengembangan dua sedan listrik di lokasi tersebut pada 2025.
Jika terealisasi, kerja sama ini diperkirakan menjadi langkah strategis bagi ketiga produsen otomotif Jepang untuk meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat persaingan di era elektrifikasi dan teknologi kendaraan berbasis perangkat lunak. (*)