Logo
>

DFSK E5 Plus Sudah Bisa Dipesan, Intip Bocoran Spek dan Harganya

DFSK E5 Plus resmi membuka pre-booking jelang GIIAS 2026. Simak bocoran spesifikasi, fitur PHEV, hingga estimasi harganya.

Ditulis oleh Harun Rasyid
DFSK E5 Plus Sudah Bisa Dipesan, Intip Bocoran Spek dan Harganya
Bakal meluncur di GIIAS 2026, DFSK E5 Plus akan bersaing dengan Geely Starray EM-i hingga Chery Tiggo 8 CSH. Unitnya sudah bisa dipesan, konsumen cukup bayar Rp5 ribu. Foto: DFSK Motor

KABARBURSA.COM - DFSK E5 Plus akan meluncur di Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2026 yang digelar 30 Juli - 9 Agustus mendatang.

DFSK E5 Plus diposisikan sebagai Medium SUV (Sport Utility Vehicle) berteknologi elektrifikasi plug-in hybrid (PHEV). Setelah diperkenalkan di Indonesia, E5 Plus sudah bisa dipesan konsumen sebelum peluncuran atau selama periode pre-booking yang berlangsung pada 23 Juni hingga 28 Juli 2026.

PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek (APM) DFSK  memastikan, pemesanan E5 Plus memerlukan biaya booking fee simbolis sebesar Rp5 ribu. Konsumen yang melakukan pre-booking akan mendapatkan paket eksklusif yang diklaim senilai Rp60 juta.

Benefit tersebut mencakup family entertainment screen ukuran 15,6 inci senilai Rp20 juta, layanan gratis servis berkala hingga 5 tahun atau 100.000 kilometer (km), karpet lantai senilai Rp5 juta, wall charger 7 kW senilai Rp15 juta, hingga bonus asuransi mencapai Rp20 juta.

Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin mengatakan, E5 Plus dijanjikan sebagai SUV modern yang menawarkan efisiensi hingga kenyamanan.

“DFSK E5 Plus hadir sebagai 
wujud evolusi produk yang mengedepankan efisiensi, kenyamanan, dan teknologi dalam satu kesatuan. Dengan dukungan Smart Power System DE-i serta baterai PHEV berkapasitas tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu, 24 Juni 2026.

Meski sudah dapat dipesan, spesifikasi lengkap dan harga DFSK E5 Plus belum diumumkan hingga waktu peluncuran resminya.

Pabrikan asal China tersebut menyebutkan bahwa E5 Plus mengusung kabin berkapasitas 6 orang penumpang dengan konfigurasi captain seat, teknologi PHEV dengan jarak tempuh gabungan hingga 1.400 km berdasarkan standar NEDC, dilengkapi Advanced Driver Assistance System (ADAS), dan dapat melaju hingga 140 km tanpa bensin atau dalam mode listrik murni.  

Selain itu, spesifikasi SUV PHEV tersebut juga bisa dilihat dari E5 Plus yang telah meluncur di China.

Dalam situs resmi DFSK di China, E5 Plus memiliki dimensi berupa panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm, dan tinggi 1.710 mm, serta jarak sumbu roda 2.785 mm.

Untuk dapur pacunya, E5 Plus dilengkapi mesin H15R 1.500 cc yang dipadukan motor listrik berpenggerak roda belakang dan baterai berkapasitas 25,3 kWh. Tenaganya mencapai 160 kW dan torsi maksimum sebesar 280 Nm.

Calon rival Chery Tiggo 8 CSH dan Geely Starray EM-i ini diklaim dapat berakselerasi dari 0-100 km per jam dalam 8,04 detik.

Bicara efisiensi, E5 Plus memiliki konsumsi bahan bakar 5,7 liter per 100 km atau sekitar 17,54 km per liter.

Soal banderolnya, harga DFSK E5 Plus diperkirakan akan bersaing dengan para pesaingnya di rentang Rp440 jutaan hingga Rp500 jutaan.

Sebagai informasi, harga Tiggo 8 CSH Rp449,9 juta hingga Rp569,9 juta on the road (OTR) Jakarta. Sementara Geely Starray EM-i dibanderol Rp499,8 juta OTR Jakarta.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.