Logo
>

DFSK Super Cab Perkuat Armada Tanggap Bencana

DFSK Super Cab dimodifikasi menjadi unit water treatment untuk mendukung distribusi air bersih di wilayah terdampak bencana.

Ditulis oleh Harun Rasyid
DFSK Super Cab Perkuat Armada Tanggap Bencana
DFSK Super Cab dimodifikasi jadi kendaraan water treatment BNPB untuk bantu pemulihan bencana. Foto: dok. Sokonindo

KABARBURSA.COM - PT Sokonindo Automobile menghadirkan DFSK Super Cab sebagai kendaraan pendukung unit water treatment yang digunakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

DFSK Super Cab sebagai kendaraan niaga ringan jenis pick up, kini menjadi armada pendukung operasional BNPB dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Sebagai agen pemegang merek DFSK di Tanah Air, Sokonindo memodifikasi Super Cab untuk mendukung distribusi dan pengolahan air bersih di wilayah terdampak bencana.

Modifikasi DFSK Super Cab tersebut dipastikan tidak mengubah spesifikasi teknis utama kendaraan dari pabrikan asal China tersebut. Bagi Sokonindo, pemanfaatan DFSK Super Cab sebagai unit water treatment BNPB menegaskan fleksibilitas kendaraan niaga ringan untuk berbagai keperluan.

Struktur sasis DFSK Super Cab juga diklaim kokoh dan memungkinkan pemasangan perangkat pengolahan air secara aman di bak kendaraan. 

Dengan kapasitas angkut hingga 1,2 ton serta ground clearance tinggi di kelasnya, membuat rival Suzuki New Carry dan Daihatsu Gran Max Pick Up tersebut dapat mendukung mobilitas di medan evakuasi bencana. 

Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, Doni Putra Okten mengatakan, karakter multifungsi menjadi keunggulan utama DFSK Super Cab. Sehingga model ini dapat dikondisikan sebagai kendaraan operasional pendukung kegiatan BNPB.

“DFSK Super Cab dirancang sebagai kendaraan multifungsi dengan platform yang fleksibel dan konstruksi kokoh. Selain mendukung aktivitas distribusi dan logistik, kendaraan ini dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan, termasuk sebagai unit water treatment untuk mendukung operasional BNPB," ujarnya lewat keterangan resmi, Sabtu, 14 Februari 2026.

Kini DFSK Super Cab water treatment BNPB dituntut memiliki adaptasi tinggi demi membuktikan kualitasnya di berbagai kondisi lapangan dengan medan menantang.

Lebih lanjut, BNPB juga menekankan pentingnya kendaraan operasional yang tangguh dalam situasi darurat seperti penanggulangan bencana.

“Dalam kondisi bencana, kami membutuhkan kendaraan yang kuat, mampu menjangkau berbagai medan, serta dapat membawa perangkat pendukung seperti sistem water treatment. DFSK Super Cab yang telah dimodifikasi ini membantu memperkuat kesiapan operasional kami,” kata perwakilan BNPB.

Ke depannya, DFSK membuka peluang bisnis lewat pengembangan modifikasi lain yang sesuai dengan kebutuhan institusi maupun pasar.

“Super Cab memiliki potensi besar sebagai platform kendaraan serbaguna, baik untuk kebutuhan komersial, gaya hidup seperti camper van, maupun dukungan operasional khusus. Tidak menutup kemungkinan akan ada pengembangan modifikasi lainnya ke depan,” tambah Doni.

Diketahui, DFSK Super Cab dirancang untuk mendukung aktivitas bisnis harian dengan fokus pada keandalan dan efisiensi. Unitnya dibekali mesin bensin DK15 1.500 cc Dual VVT bertenaga maksimum sebesar 100,6 HP dan torsi puncak 140 Nm.

Operasional Super Cab didukung muatan bak berukuran panjang 2.470 mm, lebar 1.670 mm, tinggi 240 mm, serta suspensi belakang enam per daun.

Super Cab dipasarkan mulai dari Rp158,5 juta on the road Jakarta dengan layanan purna jual berupa gratis ganti oli dan filter hingga 15 kali selama 5 tahun atau 150.000 km, serta garansi kendaraan 3 tahun atau 120.000 km di dealer resmi DFSK.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.