Logo
>

DRMA Bedah Keunggulan Aki Lithium dibanding Konvensional, Biasa Dipakai Balap

DRMA memasarkan aki motor lithium LFP bermerek DC Battery dengan pengisian cepat, bobot ringan, dan daya tahan lebih lama.

Ditulis oleh Harun Rasyid
DRMA Bedah Keunggulan Aki Lithium dibanding Konvensional, Biasa Dipakai Balap
Pemaparan terkait keunggulan DC baterai. Foto: KabarBursa.com/Harun

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - PT Dharma Poliemetal Tbk sebagai perusahaan manufaktur komponen otomotif, terus memperkuat rantai pasok kendaraan listrik lewat produk baterai atau aki berteknologi modern.

    Perusahaan berkode saham DRMA ini telah memasarkan aki motor berbasis lithium yang memiliki sejumlah keunggulan dari aki konvensional.

    Diketahui, aki konvensional mengandalkan cairan lead acid atau cairan asam sulfat sebagai penghantar energi listriknya.

    Sementara keunggulan aki lithium besutan DRMA dengan merek DC Battery disampaikan langsung oleh Eko Maryanto, Head of Business Development PT Dharma Polimetal Tbk.

    Menurutnya, aki lithium DRMA yang mengusung jenis Lithium Ferro Phosphate (LFP) unggul dalam proses pengisian yang jauh lebih cepat dari aki lead acid.

    "Kalau lithium charging-nya hanya perlu waktu 2 jam. Tapi, kalau yang konvensional perlu waktu 9 sampai 10 jam. Artinya isinya cepat sekali kalau sudah penuh, makanya aki lithium juga biasa digunakan dalam kompetisi atau balapan," ujar Eko kepada media saat ditemui di ajang IIMS 2026, belum lama ini.

    Selain durasi pengisian, aki lithium juga memiliki manfaat dalam performa kendaraan hingga sorot lampu yang lebih optimal.

    "Kalau di balapan, jika ada motornya sama dan diadu cepat antara yang pakai aki konvensional dan lithium, pasti menang yang lithium. Karena dia bisa menambah power tanpa mengganggu konsumsi BBM. Kemudian berasa kok lampu lebih terang, klakson motor juga lebih kencang," jelas Eko.

    Eko kemudian menyebut, kelebihan aki maupun baterai lithium lainnya untuk motor konvensional dan listrik.

    "Terus kalau motor pakai aki biasa ketika lama didiamkan sekitar dua hingga tiga bulan itu, akinya bisa drop. Tapi kalau lithium, motor setahun enggak dipakai itu enggak apa-apa. Karena memang energinya dia benar-benar disimpan dan dayanya turunnya sedikit. Dalam setahun paling turunnya 5 persen karena sifat lithium itu zat padat, bukan cairan," terangnya.

    DRMA mengaku, kemampuan tersebut sudah pernah dicoba dalam pengujian setahun. Hasilnya penurunan listriknya mencapai tujuh persen.

    Di samping itu, aki lithium juga dapat dibuat dengan dimensi lebih kecil dibanding aki konvensional. Hanya saja DRMA urung memperkecil ukuran aki motor DC Battery yang dipasarkannya.

    Sebab aki DC Battery dari DRMA dirancang seukuran dengan aki motor produksi massal yang masih memakai aki konvensional. Bukan cuma itu aki dan baterai lithium juga diklaim tahan ketika terendam air.

    "Kebetulan produk kita itu ukurannya disamakan. Sebetulnya bisa lebih kecil, karena kan karena yang di pasar masyarakat itu ukurannya besar. Makanya bobot aki lithium juga lebih ringan karena di dalamnya tidak ada cairan juga," papar Eko.

    "Kami pernah rendam di motor selama dua minggu tidak ada masalah. Jadi makanya motor listrik itu begitu melewati banjir yang dalam ya dia akan aman saja ketika jalan," tambahnya.

    Eko menambahkan, berbagai nilai lebih baterai lithium DRMA tersebut dapat diboyong dengan banderol kompetitif di pasaran. 

    "Dibanding aki konvensional, aki lithium DC Battery harganya enggak sampai 20 persen lebih tinggi. Paling sekitar 10 sampai 15 persen. Kalau dulu (aki lithium) mungkin harganya bisa dua hingga tiga kali lipat," tutupnya.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Harun Rasyid

    Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.