KABARBURSA.COM - Mobil harga di bawah Rp300 juta menyumbang hampir separuh penjualan otomotif nasional sepanjang 2025. Data pasar menunjukkan kendaraan di kelas harga terjangkau, termasuk segmen Low Cost Green Car (LCGC) dan kendaraan niaga ringan, masih menjadi pilihan utama konsumen.
Model-model dengan fungsi angkut keluarga maupun kebutuhan usaha dinilai paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat serta biaya operasional yang lebih efisien.
Sepanjang 2025, pasar ritel otomotif nasional tercatat mencapai sekitar 834 ribu unit. Di segmen kendaraan bermesin konvensional untuk mobil penumpang dan niaga, kendaraan di bawah Rp300 juta menyumbang sekitar 49 persen dari total pasar, menegaskan dominasi kendaraan fungsional dengan harga terjangkau.
Kondisi tersebut tercermin pada performa penjualan PT Astra Daihatsu Motor (ADM), yang sepanjang tahun lalu membukukan penjualan ritel 137.835 unit dengan pangsa pasar 16,5 persen.
Pencapaian ini sekaligus mempertahankan posisi Daihatsu sebagai produsen dengan penjualan terbesar kedua di pasar nasional selama 17 tahun berturut-turut.
Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani mengatakan, pencapaian Daihatsu menjadi penguat konsistensi Daihatsu dalam mempertahankan posisi nomor 2 penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut.
“Kepercayaan ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan berkualitas dalam menghadirkan kebahagiaan bagi pelanggan,” ujar Sri Agung dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.
Kontributor utama penjualan Daihatsu berasal dari model di segmen kendaraan terjangkau, yakni Gran Max series di segmen niaga ringan, Sigra dan Ayla di kelas LCGC, serta Terios di segmen SUV medium harga hingga Rp300 juta. Secara total, model-model tersebut menyumbang lebih dari 80 persen penjualan ritel perusahaan.
Di segmen LCGC, penjualan Sigra dan Ayla sepanjang 2025 mencapai 47.901 unit dengan pangsa pasar 36,6 persen. Sementara itu, Terios mencatat penjualan 15.557 unit dan menguasai sekitar 45 persen pasar SUV medium pada kelas harga hingga Rp300 juta.
Pada kendaraan niaga ringan, Gran Max series mencatat penjualan 61.871 unit dengan pangsa pasar 65 persen. Gran Max Pick Up terjual 43.199 unit dengan pangsa pasar sekitar 58 persen di segmen pick-up ringan, sementara Gran Max Mini Bus mencatat 18.672 unit dengan pangsa pasar sekitar 92 persen di segmen semi komersial.
Kinerja tersebut ditopang jaringan layanan purnajual yang tersebar di berbagai wilayah, terdiri dari lebih dari 260 outlet, 170 bengkel resmi, 320 unit Daihatsu Mobile Service, serta lebih dari 3.300 jaringan toko suku cadang.
Di sisi produksi, ADM mencatat volume produksi lebih dari 381 ribu unit sepanjang 2025 untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Indonesia juga menjadi basis produksi kendaraan dan komponen untuk berbagai pasar global.
Sepanjang tahun lalu, ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai lebih dari 124 ribu unit atau meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Filipina menjadi tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi 34,8 persen, diikuti Jepang sebesar 9,7 persen dan Meksiko 8,6 persen.
“Capaian ekspor ini mencerminkan kepercayaan pasar global terhadap kualitas produksi Daihatsu di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas manufaktur, dan penguatan supply chain lokal agar dapat berkontribusi positif bagi pertumbuhan industri otomotif nasional,” tambahnya.
Dominasi kendaraan harga terjangkau tersebut memperlihatkan bahwa pasar otomotif nasional masih ditopang kebutuhan kendaraan dengan fungsi praktis dan biaya kepemilikan yang lebih efisien, baik untuk kebutuhan keluarga maupun aktivitas usaha.(*)