KABARBURSA.COM — Aliansi Geely, Renault Group, dan Aramco melalui perusahaan patungan Horse Powertrain memperkenalkan konsep sistem penggerak hibrida baru pada Februari 2026.
Pengenalan penggerak baru ini merupakan upaya pengembangan teknologi mesin pembakaran dan hibrida di tengah ekspansi kendaraan listrik berbasis baterai.
Horse Powertrain merupakan perusahaan patungan global di bidang sistem penggerak yang didirikan pada 2024. Perusahaan ini dibentuk dengan menggabungkan operasi mesin pembakaran internal dan sistem penggerak hibrida milik Geely dan Renault.
Melansir CarNewsChina, struktur kepemilikan perusahaan tersebut terbagi antara Geely sebesar 45 persen, Renault Group sebesar 45 persen, dan Aramco sebesar 10 persen. Sebagai pemasok independen, Horse Powertrain menyediakan mesin dan sistem hibrida untuk sejumlah merek otomotif, termasuk Renault, Geely Auto, Volvo Cars, Nissan, Mitsubishi Motors, dan Proton.
Pada Februari 2026, perusahaan mengumumkan konsep sistem penggerak hibrida baru yang dirancang untuk beroperasi menggunakan 100 persen bensin terbarukan. Kendaraan demonstrator pertama yang menggunakan sistem ini dijadwalkan akan diperkenalkan pada awal 2026.
Sistem tersebut dikembangkan berdasarkan konsep mesin hibrida Horse H12 yang dibuat bersama perusahaan energi asal Spanyol, Repsol. Menurut perusahaan, mesin ini mampu mencapai efisiensi termal rem puncak sebesar 44,2 persen.
Dalam pengujian berdasarkan standar WLTP, konsumsi bahan bakar mesin tersebut dilaporkan kurang dari 3,3 liter per 100 kilometer. Angka ini disebut sekitar 40 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata konsumsi bahan bakar mobil penumpang baru di Eropa pada 2023.
Konsep H12 menggunakan rasio kompresi tinggi 17:1, sistem resirkulasi gas buang yang didesain ulang, turbocharging yang dioptimalkan, serta kalibrasi transmisi khusus untuk kendaraan hibrida. Perubahan tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan pemulihan energi dalam konfigurasi sistem penggerak hibrida.
Sistem penggerak ini juga dirancang untuk menggunakan bensin terbarukan yang diproduksi oleh Repsol dari bahan baku terbarukan. Menurut perusahaan, kendaraan ukuran menengah yang menggunakan sistem ini dapat mengurangi emisi CO₂ sekitar 1,77 ton per tahun dibandingkan kendaraan bensin konvensional, dengan asumsi jarak tempuh tahunan 12.500 kilometer.
Hingga saat ini, dua prototipe mesin telah dibangun dan diuji. Perusahaan menyatakan kendaraan demonstrator pertama yang mengintegrasikan sistem hibrida baru tersebut diharapkan dapat dipresentasikan pada awal 2026.
Horse Powertrain saat ini mengoperasikan 17 pabrik manufaktur dan lima pusat penelitian dan pengembangan di berbagai wilayah dunia. Perusahaan ini memasok sistem penggerak untuk berbagai platform kendaraan yang terkait dengan Geely dan Renault.