KABARBURSA.COM - Volvo menarik lebih dari 40.000 unit SUV listrik EX30 secara global. Penarikan kembali atau recall ini dilakukan usai ditemukan potensi masalah panas berlebih pada baterai yang dapat memicu kebakaran.
Recall ini berpotensi menimbulkan beban biaya besar bagi produsen otomotif karena komponen baterai yang harus diganti memiliki nilai tinggi.
Penarikan kembali tersebut melibatkan 40.323 kendaraan EX30 varian Single-Motor Extended Range dan Twin-Motor Performance. Kedua model ini menggunakan sel baterai tegangan tinggi yang diproduksi oleh Shandong Geely Sunwoda Power Battery Co, sebuah usaha patungan yang didukung oleh perusahaan induk Volvo, Geely.
Volvo mengonfirmasi langkah penarikan tersebut kepada Reuters pada hari Senin. Perusahaan juga menyatakan telah mulai menghubungi pemilik kendaraan yang terdampak untuk memberikan informasi mengenai langkah penanganan selanjutnya.
“Kami sekarang sedang menghubungi pemilik semua mobil yang terdampak untuk memberi tahu mereka tentang langkah selanjutnya,” kata Volvo dilansir dari CarNewsChina, Selasa, 24 Februari 2026.
Masalah pada baterai ini menjadi perhatian publik setelah sebuah unit EX30 dilaporkan terbakar di sebuah dealer di Maceió, Brasil, pada November 2025.
Analis industri yang dikutip oleh Reuters memperkirakan biaya penggantian modul baterai dapat mencapai hingga 195 juta dolar AS. Perhitungan tersebut belum mencakup biaya logistik dan perbaikan yang kemungkinan juga harus ditanggung dalam proses penarikan kendaraan.
Sejak Desember, Volvo telah menginstruksikan pemilik EX30 di lebih dari selusin negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Brasil, untuk membatasi pengisian daya hingga 70 persen dari kapasitas baterai. Pemilik juga diminta memarkir kendaraan jauh dari bangunan untuk mengurangi risiko kebakaran.
Pembatasan pengisian daya tersebut membuat jarak tempuh kendaraan menjadi lebih pendek dari biasanya, kondisi yang memicu keluhan dari sejumlah pelanggan.
Volvo menyatakan akan mengganti paket baterai yang bermasalah secara gratis. Perusahaan menyebut pemasok telah mengatasi masalah manufaktur dan akan menyediakan sel baterai baru untuk kendaraan yang terdampak.
Laporan Reuters mengenai penarikan kendaraan ini juga berdampak pada pergerakan saham perusahaan. Saham Volvo tercatat turun sekitar 4 persen setelah kabar tersebut muncul.
Penarikan kendaraan ini terjadi setelah sengketa hukum antara anak perusahaan Geely, Viridi E-Mobility Technology, dan produsen baterai Sunwoda. Perselisihan tersebut baru-baru ini diselesaikan dengan nilai 608 juta yuan atau sekitar 89 juta dolar AS.
Selain kasus pada Volvo EX30, Geely juga melakukan penarikan terhadap 38.277 unit kendaraan Zeekr 001 pada bulan ini. Penarikan tersebut juga terkait dengan masalah pada baterai yang diproduksi oleh Sunwoda.
Sekadar informasi, SUV listrik kompak premium ini pertama kali diperkenalkan pada ajang GIIAS 2024. Model tersebut ditawarkan dalam dua pilihan varian, yakni Plus dan Ultra. Di pasar Jakarta, harga on-the-road (OTR) kendaraan ini berada di kisaran Rp890 juta sampai Rp1,16 miliar. (*)