KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis, 2 Juli 2026 dengan penguatan tipis yang membawa indeks kembali bertahan di kisaran level 5.700. Meski ditutup di zona hijau, sejumlah analis masih melihat ruang pergerakan yang cenderung terbatas pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026.
MNC Sekuritas menilai IHSG masih didominasi oleh volume pembelian setelah menguat 0,87 persen ke level 5.744.
Dalam skenario terbaik, MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] sehingga indeks dinilai masih berpotensi mengalami koreksi untuk menguji area 5.472 hingga 5.540.
Meski demikian, MNC Sekuritas juga mengingatkan adanya skenario alternatif yang menunjukkan IHSG berpotensi memasuki fase awal wave [v] dari wave 3, yang membuka peluang kelanjutan tren penguatan apabila mampu mempertahankan momentum.
Untuk perdagangan selanjutnya, MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG berada di level 5.486 dan 5.317. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada kisaran 6.007 dan 6.286.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG masih tertahan oleh pergerakan rata-rata bergerak lima hari (MA5) di sekitar level 5.760.
Dari sisi indikator teknikal, Phintraco mencermati histogram MACD yang masih menunjukkan penguatan positif. Namun di saat yang sama, indikator Stochastic RSI mulai memperlihatkan potensi terbentuknya death cross di area oversold.
Berdasarkan kombinasi indikator tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang bergerak konsolidatif dalam rentang 5.700 hingga 5.800 pada perdagangan hari ini.
Rekomendasi Saham
Selain memberikan proyeksi terhadap pergerakan IHSG, MNC Sekuritas juga merilis sejumlah rekomendasi saham untuk dicermati investor.

Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) direkomendasikan dengan strategi buy on weakness. Setelah terkoreksi ke level 1.380 disertai tekanan jual, MNC Sekuritas memperkirakan ADMR sedang berada pada awal wave [c] dari wave B.
Area pembelian direkomendasikan pada kisaran 1.350 hingga 1.375 dengan target harga 1.495 dan 1.595. Adapun batas stop loss berada di bawah level 1.330.
Rekomendasi berikutnya adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang juga memperoleh rekomendasi buy on weakness. BRMS ditutup menguat 1,68 persen ke level 484. MNC Sekuritas memperkirakan saham ini masih berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C).
Investor dapat mencermati area beli pada kisaran 398 hingga 456 dengan target harga 600 dan 725. Sementara stop loss berada di bawah level 384.
Untuk PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), MNC Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy setelah saham tersebut terkoreksi 5,41 persen ke level 5.250. Menurut MNC Sekuritas, RATU saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [i] dari wave C.
Area trading buy berada pada rentang 5.075 hingga 5.225 dengan target harga 5.850 dan 6.175. Stop loss ditetapkan apabila harga bergerak di bawah level 4.930.
Sementara itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) justru memperoleh rekomendasi sell on strength. INDF ditutup menguat 2,65 persen ke level 6.775 dan berhasil menembus MA60 dengan dukungan volume pembelian.
Meski demikian, MNC Sekuritas memperkirakan penguatan saham tersebut mulai memasuki bagian akhir wave [a] sehingga ruang kenaikan dinilai relatif terbatas dan berpotensi diikuti koreksi menuju area 6.425 hingga 6.550.
Investor yang telah memiliki saham INDF direkomendasikan mencermati area sell on strength pada kisaran 6.900 hingga 6.975.
Secara keseluruhan, MNC Sekuritas masih melihat peluang penguatan IHSG, namun tetap mengingatkan adanya risiko koreksi teknikal. Di sisi lain, Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks bergerak dalam fase konsolidasi dengan rentang yang relatif terbatas pada perdagangan hari ini.(*)