Logo
>

Jelang Lebaran 2026, Pertamina Awasi Pasokan BBM via Digital Hub

Pertamina memperketat pengawasan pasokan BBM dan LPG selama Ramadan hingga Lebaran 2026 melalui sistem Digital Hub untuk memastikan distribusi energi tetap aman.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Jelang Lebaran 2026, Pertamina Awasi Pasokan BBM via Digital Hub
Manfaatkan sarana digital, Pertamina pantau pasokan energi selama Ramadan hingga Lebaran 2026. Foto: dok. Pertamina

KABARBURSA.COM - PT Pertamina (Persero) memperketat pemantauan pasokan energi nasional selama masa ramadan hingga Lebaran Idul Fitri 2026. 

Langkah ini bertujuan untik memastikan stok maupun ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Pemantauan dilakukan melalui Pertamina Digital Hub, yakni sebuah sistem pengawasan yang diklaim terintegrasi. Dengan fasilitas tersebut, Pertamina dapat memantau rantai pasok energi dari sektor hulu hingga distribusi ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan,  pemanfaatan teknologi menjadi kunci bagi perusahaan dalam mengawasi pengelolaan energi secara real time.

“Pada fasilitas ini, Pertamina mampu memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinyu, mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan transportasi, hingga distribusi ke SPBU-SPBU Pertamina. Kami memiliki akses terhadap data dan kamera pengawasan, bahkan pergerakannya setiap detik,” ujarnya lewat keterangan resmi yang dikutip, Sabtu 7 Maret 2026.

Pertamina Digital Hub juga dapat mengawasi pergerakan kapal pengangkut minyak mentah dan produk BBM yang menuju fasilitas pengolahan.

Saat ini perusahaan energi pelat merah tersebut melaporkan, pengolahan energi nasional yang didukung enam kilang milik Pertamina, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

Sistem digital juga memungkinkan perusahaan memantau distribusi BBM hingga tingkat SPBU, termasuk pergerakan mobil tangki dan kondisi stok di setiap lokasi.

“Melalui satu dashboard terintegrasi, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini jika terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi mempengaruhi rantai pasok energi,” ukata Baron.

Ia menambahkan, transformasi digital terbilang vital dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Pertamina juga memastikan, cadangan energi nasional tetap berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah sebagai langkah mitigasi risiko.

“Acuan cadangan Pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan pasokan berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di level atas minimum. Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi,” jelas Baron.

Selain menjaga pasokan energi, Pertamina berkomitmennya dalam transisi energi menuju target Net Zero Emission 2060. 

Upaya ini dilakukan melalui berbagai program yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis perusahaan.

Dari sisi otomotif, stabilitas pasokan BBM dan LPG selama Ramadan dan Idulfitri memiliki dampak langsung, khususnya dalam mendukung mobilitas kendaraan pribadi, transportasi, serta angkutan logistik.

Dengan sistem pemantauan digital, Pertamina dapat mengantisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar di berbagai wilayah. Terlebih mobilitas dapat meningkat seiring pergerakan kendaraan dalam periode mudik Lebaran. 

Bagi industri otomotif, kepastian pasokan BBM menjadi faktor kunci untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap penggunaan kendaraan pribadi selama musim liburan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.