Logo
>

Nestapa Porsche Tahun 2025, Penjualan Global Anjlok didorong EV China

Penjualan global Porsche tahun 2025 anjlok. EV China dan permintaan sejumlah model jadi penyebabnya.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Nestapa Porsche Tahun 2025, Penjualan Global Anjlok didorong EV China
Porsche dihantam penurunan penjualan di pasar global, terburuk sejak 2009. Inilah penyebabnya. Foto: dok. Porsche

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Porsche  menutup tahun 2025 dengan catatan kurang menggembirakan.

    Porsche yang dikenal dengan produk kendaraan performa tinggi kelas atas, mengalami penurunan penjualan secara wholesales (distribusi unit dari pabrik ke dealer) secara global.

    Berdasarkan laporan Carscoops, Porsche sepanjang 2025 membukukan 279.449 unit pengiriman, turun 10 persen dibandingkan 2024.

    Penurunan performa bisnis pabrikan mobil Sport asal Stuttgart, Jerman ini menjadi yang terdalam dalam 16 tahun terakhir, tepatnya sejak krisis keuangan global 2009.

    Parahnya, tekanan ini terjadi hampir di seluruh wilayah operasional Porsche. Baik Eropa, Jerman, hingga wilayah lain termasuk China.

    Namun pengiriman mobil Porsche tercatat masih stabil di pasar Amerika Utara.

    Sementara pasar otomotif China kini jadi sorotan utama perusahaan. Pasalnya sepanjang 2025, pengiriman mobil Porsche di Negeri Tirai Bambu tercatat anjlok 26 persen.

    Tren negatif tersebut melanjutkan koreksi penjualan Porsche setelah turun 28 persen pada 2024.

    Perlambatan ekonomi dan melunaknya permintaan kendaraan listrik menjadi faktor utama.

    Seiring kondisi tersebut, merek mobil China juga agresif mengembangkan kendaraan berperforma tinggi dengan harga lebih terjangkau.

    Model seperti Xiaomi SU7 Ultra salah satunya, ia bisa dibilang menjadi simbol terjadinya pergeseran pasar, terutama di segmen mobil listrik performa tinggi.

    Dampak lahirnya Xiaomi SU7 Ultra langsung terasa langsung pada Porsche Taycan. Sedan listrik ini kembali mencatat penurunan pengiriman sebesar 22 persen pada 2025, setelah sebelumnya terjun 49 persen pada 2024.

    Kondisi ini menandai tantangan serius Porsche dalam segmen EV (Electric Vehicle) premium.

    Lebih lanjut, bisnis Porsche di Eropa turut melemah dengan penurunan pengiriman sebesar 13 persen.

    Penurunan ini dipicu oleh penghentian produksi Porsche Macan bermesin konvensional sebagai imbas regulasi keamanan siber, serta berakhirnya produksi Prosche 718 Boxster dan Cayman pada Oktober 2025.

    Hilangnya tiga model tersebut secara langsung memangkas volume penjualan regional Porsche di Eropa.

    Seiring kondisi tersebut, Porsche mulai mengalihkan fokus ke model bermesin konvensional dan hybrid, alih-alih berfokus pada kendaraan listrik.

    Di sisi lain, Porsche tak tinggal diam. Di tengah tekanan global, Porsche Macan tetap menjadi model terlaris Porsche dengan 84.328 unit terjual sepanjang 2025.

    Kehadiran Macan Electric berperan penting, dengan lebih dari separuh penjualan Macan berasal dari versi listrik.

    Sementara itu, Porsche 911 kembali menunjukkan performa solid. Model sport ikonik ini justru mencatat kenaikan penjualan 1 persen menjadi 51.583 unit, sekaligus mencetak rekor baru.

    Sebaliknya, Porsche Cayenne mengalami penurunan penjualan sebssar 21 persen, meski Porsche berharap kehadiran Cayenne Electric dapat memperbaiki kinerja SUV bongsor tersebut di masa depan.

    Porsche menegaskan bahwa penurunan pengiriman ini telah diperhitungkan dan perusahaan tetap berpegang pada strategi “nilai di atas volume”.

    Meski demikian, kinerja Porsche 2025 menjadi pengingat bahwa perubahan selera konsumen, tekanan regulasi, dan persaingan agresif, khususnya dari China mampu mempengaruhi bisnis brand otomotif sekaliber Porsche.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Harun Rasyid

    Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.