KABARBURSA.COM - BYD sebagai raksasa otomotif China secara mengejutkan mengalami tekanan besar dalam penjualan kendaraan.
CarNewsChina melaporkan, penjualan BYD dalam kendaraan elektrifikasi atau new energy vehicle (NEV) tercatat sebanyak 210.051 unit pada Januari 2026, berdasarkan data yang dirilis per 1 Februari.
Dari jumlah tersebut, 205.518 unit berasal dari kendaraan penumpang (Passenger Car) sementara 4.533 unit merupakan kendaraan elektrifikasi di segmen komersial.
Salah satu sorotan utama datang dari sisi ekspor. Pengiriman ke luar negeri mencapai 100.482 unit atau hampir setengah dari total penjualan bulanan.
Raihan BYD tersebut menggambarkan pergeseran fokus distribusi BYD ke pasar internasional, di tengah pelemahan penjualan domestik di pasar China secara berurutan. Secara bulanan, kinerja Januari menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Kondisi ini dinilai sejalan dengan pola musiman industri otomotif China, yang umumnya mengalami perlambatan pada awal tahun akibat penyesuaian produksi, gangguan logistik, serta perubahan pola konsumsi menjelang dan selama Tahun Baru Imlek.
Meski demikian, BYD tetap mempertahankan posisinya sebagai produsen mobil elektrifikasi dengan volume penjualan tertinggi di China pada Januari 2026.
Kendaraan penumpang masih menjadi tulang punggung penjualan BYD, sementara ekspor menjadi penopang utama kinerja di tengah melemahnya permintaan pasar China.
Persaingan di pasar NEV China pada awal 2026 juga semakin ketat. Data industri di China menunjukkan sejumlah produsen melakukan penyesuaian harga dan reposisi produk, sementara permintaan bergerak tidak merata di berbagai segmen.
Fluktuasi pengiriman antarmerek mencerminkan tekanan kompetisi merek otomotif yang berlanjut, khususnya di segmen mobil listrik penumpang.
Sementara itu, statistik industri dan Bea Cukai China mencatat kontribusi ekspor yang semakin besar terhadap total produksi produsen otomotif domestik.
Dalam konteks ini, lonjakan ekspor BYD kontras dengan penurunan pengiriman dalam negeri, menandai perbedaan momentum antara pasar global dan domestik pada awal tahun.
Pelaku industri memperkirakan penjualan NEV masih akan berfluktuasi sepanjang kuartal pertama 2026. Ini dipengaruhi faktor musiman serta penyesuaian persediaan di tingkat dealer.
Kini aktivitas produksi dan distribusi kendaraan elektrifikasi di China diproyeksikan kembali normal setelah libur Imlek. Kondisi manufaktur hingga pengiriman kendaraan akan berangsur normal seiring pulihnya operasi logistik dan penjualan ritel.(*)