KABARBURSA.COM — Penjualan Xpeng pada awal 2026 turun tajam sebesar 49,5 persen secara tahunan setelah penghapusan subsidi kendaraan energi baru di China.
Merosotnya penjualan Xpeng ini sekaligus menyoroti perubahan dinamika permintaan di pasar kendaraan listrik.
Data China EV DataTracker yang dilansir CarNewsChina menunjukkan Xpeng mengirimkan 28.415 unit pada periode Januari hingga Februari 2026. Penurunan ini terjadi setelah perusahaan mencatat kinerja kuat sepanjang 2025, dengan pertumbuhan pengiriman dan pendapatan yang signifikan.
Sepanjang 2025, Xpeng membukukan pengiriman global sebanyak 429.445 unit, meningkat 125,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, penjualan domestik mencapai 383.873 unit atau naik 119,4 persen. Kenaikan volume ini turut mendorong pendapatan perusahaan tumbuh 87,7 persen menjadi 76,72 miliar yuan.
Pendapatan dari penjualan mobil tercatat sebesar 68,38 miliar yuan (9,91 miliar USD), meningkat 90,8 persen secara tahunan. Pada saat yang sama, margin laba kotor Xpeng naik menjadi 18,9 persen dari 14,3 persen pada tahun sebelumnya.
Perbaikan kinerja tersebut juga tercermin pada penyusutan kerugian bersih. Xpeng mencatat kerugian bersih sebesar 1,14 miliar yuan (170 juta USD) pada 2025, turun 80,3 persen dibandingkan 5,79 miliar yuan (840 juta USD) pada 2024. Sementara itu, kerugian bersih non-GAAP tercatat sebesar 460 juta yuan (66,6 juta USD).
Perusahaan juga mencatatkan laba bersih pada kuartal keempat 2025 sebesar 380 juta yuan (55 juta USD), berbalik dari kerugian bersih 1,33 miliar yuan (190 juta USD) pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, penurunan pengiriman pada awal 2026 menunjukkan perubahan kondisi pasar setelah insentif pemerintah tidak lagi berlaku. Data yang sama mengaitkan pelemahan tersebut dengan penghapusan subsidi kendaraan energi baru di Tiongkok.
Sepanjang 2025, pertumbuhan Xpeng didorong oleh peluncuran sejumlah model baru, termasuk minivan Xpeng X9 dengan powertrain EREV, sedan Xpeng P7 baru, dan crossover Xpeng G7. Perusahaan juga mengandalkan model dengan volume tinggi seperti Mona M03 dan P7+.
Selain itu, Xpeng juga menyediakan sebagian teknologinya untuk Volkswagen, yang menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis perusahaan.
Memasuki 2026, Xpeng menyiapkan peluncuran model baru, termasuk SUV unggulan berukuran besar Xpeng GX. Produksi massal model tersebut baru-baru ini dimulai di Tiongkok.
Perkembangan ini terjadi di tengah perubahan kondisi pasar kendaraan listrik, di mana penjualan tidak lagi sepenuhnya ditopang oleh kebijakan subsidi, melainkan bergantung pada permintaan yang terbentuk di pasar.(*)