Market Watch

10 Jul 2026

BKDP 103 +33,77%
KONI 2.900 +25,00%
KOKA 170 +21,43%
NTBK 106 +17,78%
RBMS 66 +15,79%
DATA 2.310 +11,06%
DGIK 138 +10,40%
NANO 22 +10,00%
LMAX 112 +9,80%
CASH 202 +9,19%
KREN 12 +9,09%
KKES 61 +8,93%
PIPA 124 +8,77%
PLAN 38 +8,57%
BOGA 1.625 +8,33%
ELSA 655 +8,26%
AEGS 40 +8,11%
NRCA 454 +8,10%
MEDS 81 +8,00%
FWCT 84 +7,69%
CASA 2.000 +7,53%
SAGE 30 +7,14%
HOPE 160 +6,67%
ASMI 16 +6,67%
BKDP 103 +33,77%
KONI 2.900 +25,00%
KOKA 170 +21,43%
NTBK 106 +17,78%
RBMS 66 +15,79%
DATA 2.310 +11,06%
DGIK 138 +10,40%
NANO 22 +10,00%
LMAX 112 +9,80%
CASH 202 +9,19%
KREN 12 +9,09%
KKES 61 +8,93%
PIPA 124 +8,77%
PLAN 38 +8,57%
BOGA 1.625 +8,33%
ELSA 655 +8,26%
AEGS 40 +8,11%
NRCA 454 +8,10%
MEDS 81 +8,00%
FWCT 84 +7,69%
CASA 2.000 +7,53%
SAGE 30 +7,14%
HOPE 160 +6,67%
ASMI 16 +6,67%
Otomotif 05 Feb 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Pindad dan Ashok Leyland Garap Bus Listrik dan Kendaraan Militer

Kerja sama ini mencakup produksi lokal dan pengembangan kendaraan listrik serta pertahanan, mendukung transisi energi dan modernisasi militer nasional.

Pindad dan Ashok Leyland kerja sama produksi bus listrik dan kendaraan pertahanan, dorong transisi energi dan industri otomotif nasional.

Pindad dan perusahaan India jalin kerja sama untuk kembangkan bus listrik hingga kendaraan pertahanan. Foto: Mint
Pindad dan perusahaan India jalin kerja sama untuk kembangkan bus listrik hingga kendaraan pertahanan. Foto: Mint

KABARBURSA.COM – Produsen kendaraan komersial dan pertahanan asal India, Ashok Leyland menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pindad pada Rabu, 4 Februari 2026.

Kerja sama Pindad dan Ashok Leyland ini, difokuskan pada pengembangan dan manufaktur bersama bus listrik atau Electric Vehicle (EV) serta kendaraan pertahanan. Kolaborasi ini dijalin seiring percepatan transisi energi dan modernisasi alat pertahanan Indonesia.

Kolaborasi ini bakal menggabungkan keahlian global Ashok Leyland, bagian dari holding Hinduja Group, dalam platform kendaraan listrik komersial dan solusi mobilitas pertahanan dengan kapabilitas rekayasa, basis manufaktur, serta pengalaman panjang Pindad dalam ekosistem pertahanan nasional.

MoU PT Pindad dan Ashok Leyland untuk kembangkan bus listrik hingga kendaraan tempur di Indonesia. Foto: dok. Pindad

Fokus utama kerja sama juga meliputi pengembangan bersama, produksi lokal, dan penyesuaian produk agar sesuai dengan kondisi geografis, infrastruktur, serta kebutuhan operasional Indonesia. 

Artinya kolaborasi Pindad dan Ashok Leyland menyasar sektor transportasi publik maupun pertahanan.

Amandeep Singh selaku Presiden Operasi Internasional, Pertahanan, LCV & PSB Ashok Leyland menyatakan, pihaknya memiliki rekam jejak panjang dalam menyediakan solusi mobilitas komersial dan pertahanan yang andal di berbagai belahan dunia. 

Sebab anak perusahaan Ashok Leyland yakni Switch Mobility, kini telah mengembangkan beragam bus listrik dengan daya saing global.

"Kemitraan dengan Pindad memungkinkan kami untuk bersama-sama mengembangkan produk yang secara khusus sesuai dengan kondisi medan, infrastruktur, dan kebutuhan operasional Indonesia," ujarnya lewat keterangan resmi, Kamis, 5 Februari 2026.

Lebih lanjut, kerja sama tersebut juga diklaim sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong adopsi kendaraan listrik, efisiensi energi, serta penguatan industri pertahanan dalam negeri melalui peningkatan kandungan lokal dan alih teknologi.

Dari sisi industri, masuknya Ashok Leyland melalui kolaborasi dengan Pindad berpotensi memperkuat rantai pasok kendaraan listrik nasional, khususnya pada segmen bus listrik yang dapat menjadi tulang punggung transportasi publik perkotaan di masa depan.

Produksi lokal kendaraan listrik maupun pertahanan, seharusnya bakal membuka peluang peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penciptaan lapangan kerja, serta transfer teknologi EV.

Dari sisi pertahanan, pengembangan kendaraan taktis berbasis kebutuhan domestik berpotensi memperkuat kemandirian industri sekaligus memperluas basis manufaktur otomotif berteknologi tinggi di Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait