Logo
>

Polytron Ungkap Capaian Besar dan Inovasi EV Terbaru

Polytron pimpin pasar audio dan motor listrik Indonesia sepanjang 2025. Fokus inovasi, ekosistem EV, dan penguatan produk lokal terus diperluas di 2026.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Polytron Ungkap Capaian Besar dan Inovasi EV Terbaru
Polytron beberkan performa bisnisnya sepanjang 2025 sebagai merek eletronik lokal yang bermain ke industri EV. Foto: Harun/KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Polytron sebagai merek elektronik hingga kendaraan listrik lokal memaparkan beragam capaiannya sepanjang tahun 2025.

    Melalui keterangan resmi, Polytron mengklaim kinerja solid sepanjang tahun lalu di tengah ketatnya persaingan industri elektronik hingga kendaraan listrik (EV).

    Berdasarkan data GfK November 2025, Polytron mampu memimpin pangsa pasar kategori audio, berada di posisi kedua untuk refrigerator, serta menempati peringkat ketiga pada kategori televisi dan mesin cuci. 

    Sementara pada sektor kendaraan listrik, data Sisapira 2024 mencatatkan bahwa Polytron menjadi merek motor listrik nomor satu di Indonesia dengan hampir 40 ribu pengguna. Bagi Polytron, capaian ini menguatkan posisi merek lokal yang berdiri sejak 1975 tersebut di industri elektronik hingga teknologi.

    Polytron sebagai bagian dari Djarum Group menyatakan bahwa bisnisnya dijalankan lewat tiga pilar yakni kualitas dan diversifikasi produk, komitmen inovasi berbasis lokal, dan perluasan jaringan distribusi dan layanan purna jual kepada konsumen.

    Memasuki 2026 setelah merayakan usia 50 tahun, Polytron menegaskan akan terus berinovasi. Dalam sektor kendaraan listrik, Polytron tidak hanya mengejar penjualan unit, tetapi juga membangun ekosistem pendukung.

    Salah satu inovasinya adalah pengembangan portable fast charger. Fitur ini memungkinkan pengisian cepat dengan tambahan jarak tempuh sekitar 10 km dalam 10 menit untuk motor listrik FOX-350 dan hingga 20 km dalam 15 menit untuk FOX-200.

    Polytron juga tengah mengembangkan fasilitas produksi battery pack kendaraan listrik di dalam negeri dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60 persen. Langkah ini diklaim sejalan dengan agenda penguatan industri nasional serta target Net Zero Emission pemerintah.

    Dari sisi keberlanjutan, Polytron mengusung pendekatan terintegrasi antara lingkungan, sosial, dan tata kelola. Perusahaan mencatat total jejak karbon sebesar 25,46 juta tCO₂e, (ton setara karbon dioksida) yang disertai upaya efisiensi berkelanjutan. 

    Kemudian pada 2024, intensitas energi berhasil ditekan 10,50 persen melalui optimalisasi proses produksi. Sedangkan untuk aspek lingkungan, 85,5 persen limbah plastik berhasil didaur ulang. 

    Sementara dari sisi layanan, tingkat kepuasan pelanggan mencapai 90 persen. Polytron juga mendukung 111 sekolah vokasi sebagai bagian dari penguatan talenta industri nasional.

    Polytron Fest 2025 menarik lebih dari 20.000 pengunjung di dua kota, memperkuat minat publik terhadap ekosistem produknya, khususnya kendaraan listrik.

    Selama momen Ramadan, Polytron menggelar kampanye “Ramadan Mode On with Polytron” melalui berbagai inisiatif, mulai dari Ramadan Resep ON hingga program “Kilometer Kebaikan” bersama komunitas pengguna EV. 

    Perusahaan juga menyediakan rest area mudik sebagai bagian dari dukungan mobilitas masyarakat, hingga meluncurkan program UMKM Naik Level bareng Polytron yang menghadirkan pelatihan bisnis gratis, wadah promosi, hingga kesempatan kolaborasi dengan food vlogger nasional. 

    Program ini digelar melalui National Roadshow UMKM Workshop di berbagai kota besar. Lewat kombinasi kinerja bisnis, inovasi lokal, komitmen keberlanjutan, serta kedekatan sosial, Polytron tengah terfokus pada produk elektronik kebutuhan keluarga hingga kendaraan listrik roda dua sampai roda empat.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Harun Rasyid

    Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.