KABARBURSA.COM — Xiaomi mengadopsi strategi penjualan ala “flash sale” dalam peluncuran mobil listrik SU7 versi 2026. Sebanyak 15.000 unit terjual habis hanya dalam 34 menit dan menandai perubahan pendekatan distribusi dan pemasaran di industri otomotif.
Penjualan cepat tersebut tidak hanya mencerminkan minat pasar terhadap produk, tetapi juga menunjukkan pola distribusi yang mengandalkan kanal digital langsung ke konsumen. Xiaomi membuka pemesanan dengan skema deposit sebesar 5.000 yuan (725 USD) untuk mengamankan unit, sekaligus memberi ruang bagi konsumen untuk melakukan perubahan pesanan hingga 22 Maret.
Skema ini memperlihatkan penggunaan deposit sebagai alat untuk “mengunci” permintaan dalam waktu singkat. Dengan nilai awal yang relatif kecil dibandingkan harga kendaraan, konsumen dapat segera masuk dalam antrean pemesanan tanpa harus melalui proses panjang yang lazim terjadi di penjualan mobil konvensional.
CarNewsChina melaporkan, Xiaomi juga menerapkan batas waktu modifikasi pesanan yang singkat. Kebijakan ini menciptakan dorongan bagi konsumen untuk segera mengambil keputusan, berbeda dengan praktik umum di industri otomotif yang biasanya memberikan waktu lebih panjang dalam proses pemesanan dan penyesuaian spesifikasi.
Model ini berjalan beriringan dengan sistem penjualan yang tidak menonjolkan peran dealer fisik. Seluruh proses pemesanan dilakukan secara digital, mulai dari pembayaran deposit hingga pengaturan spesifikasi kendaraan.
Pendekatan tersebut menempatkan Xiaomi pada pola direct-to-consumer, yang berbeda dengan model distribusi tradisional berbasis jaringan dealer.
Dalam skema konvensional, pembelian mobil umumnya melibatkan proses negosiasi harga, ketersediaan unit yang terbatas di diler, serta waktu tunggu atau indent yang dapat berlangsung lama. Sebaliknya, Xiaomi menawarkan proses yang lebih ringkas dengan kepastian antrean berbasis waktu pemesanan.
Peluncuran SU7 versi 2026 sendiri dilakukan pada 19 Maret dengan tiga varian, yakni Standard, Pro, dan Max, yang dibanderol pada kisaran 219.900–303.900 yuan atau Rp541-748 jutaan. Pembaruan ini mencakup sejumlah peningkatan pada desain, interior, sistem penggerak, hingga teknologi bantuan pengemudi.
SU7 merupakan mobil listrik produksi massal pertama Xiaomi yang sebelumnya diperkenalkan pada Desember 2023. Model awalnya menawarkan jangkauan hingga 800 km (CLTC) dan akselerasi 0–100 km/jam dalam 2,78 detik.
Pada versi terbaru, Xiaomi menyematkan sejumlah pembaruan, termasuk radar gelombang milimeter 4D terintegrasi pada bagian depan, sistem pembersih kamera bertekanan tinggi, serta peningkatan pada interior seperti kursi dengan pengaturan 18 arah dan fitur pijat.
Dari sisi performa, seluruh varian menggunakan motor V6s Plus dengan efisiensi transfer energi 94 persen. Varian Max mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 3,08 detik dengan kecepatan maksimum 265 km/jam. Jarak tempuh CLTC masing-masing varian mencapai 720 km (Standard), 902 km (Pro), dan 835 km (Max).
Platform tegangan tinggi berbasis silikon karbida (SiC) juga memungkinkan pengisian cepat, di mana varian Max dapat menambah jarak hingga 670 km dalam 15 menit atau mengisi daya dari 10–80 persen dalam 12 menit.
Di sisi teknologi, kendaraan ini mengintegrasikan sistem Super XiaoAI dan model kognitif XLA yang didukung chip Snapdragon 8 generasi ketiga serta prosesor tambahan 700 TOPS. Sistem ini juga dapat diadopsi oleh model SU7 sebelumnya melalui pembaruan OTA.
Selain sedan SU7, Xiaomi juga tengah menyiapkan pengembangan lini kendaraan listrik lainnya. Pada hari yang sama, dilaporkan bahwa perusahaan tengah mempersiapkan SUV YU7 GT dengan tenaga hingga 990 hp dan target jarak tempuh CLTC 705 km.
Peluncuran dan pola penjualan SU7 versi 2026 ini memperlihatkan bagaimana Xiaomi menggabungkan strategi pemasaran digital dengan skema pemesanan cepat dalam industri otomotif yang selama ini dikenal memiliki proses penjualan lebih panjang.(*)