Logo
>

SUV Listrik Mewah Range Rover Electric Siap Dirilis, Jangkauan Tembus 480 km

Range Rover Electric dipastikan meluncur pada akhir 2026 dengan baterai 117 kWh, tenaga 542 HP, dan jarak tempuh lebih dari 480 kilometer

Ditulis oleh Harun Rasyid
SUV Listrik Mewah Range Rover Electric Siap Dirilis, Jangkauan Tembus 480 km
Bukukan 61 ribu pemesanan, Range Rover Electric disiapkan meluncur akhir 2026. Tawarkan performa tinggi, harga tembus Rp3 miliar. Foto: JLR

KABARBURSA.COM – Range Rover memastikan SUV (Sport Utility Vehicle) listrik pertamanya akan meluncur pada akhir 2026 setelah sempat mengalami penundaan.

Kepastian tersebut disampaikan bersamaan dengan pengumuman partisipasi Range Rover dalam Kejuaraan Wimbledon.

Electrek melaporkan, Range Rover listrik tersebut akan tampil dengan warna British Racing Green sebagai penghormatan terhadap sejarah panjang motorsport Inggris.

Peluncuran ini menjadi langkah penting bagi Jaguar Land Rover (JLR) dalam memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di segmen premium. 

Meski pengiriman unit baru akan dimulai pada 2026, minat pasar terhadap SUV listrik mewah ini sudah mencuat.

Sejauh ini, Range Rover Electric telah mengantongi lebih dari 61 ribu pemesanan awal menjelang peluncuran resminya.

Range Rover menjanjikan, mobil listrik perdananya ini bakal menghadirkan standar baru dalam hal kenyamanan, performa, dan kemampuan jelajah.

“Memperkenalkan Range Rover Electric di Kejuaraan ini adalah momen penting bagi kami. Sebuah kesempatan untuk memamerkan masa depan merek kami di lingkungan yang mewujudkan prestise dan tradisi,” kata Direktur Pelaksana Range Rover, Martin Limpert dikutip, Sabtu 6 Juni 2026.

Merek otomotif asal Inggris tersebut juga memastikan bahwa calon SUV listrik barunya ini masih menjalani rangkaian uji coba dan pameran terbatas. 

Pada April lalu, model pra-produksi pertama yang dirakit di Inggris juga dipamerkan dalam ajang RHS Chelsea Flower Show.

Sementara itu CEO JLR PB Balaji, sempat menyatakan bahwa Range Rover Electric akan menjadi produk utama yang membuka gelombang peluncuran kendaraan baru perusahaan pada tahun ini.

Dari sisi teknis, Range Rover Electric akan dibekali baterai berkapasitas 117 kWh (Kilowatt-hour) dan menggunakan platform kelistrikan 800 volt yang dikembangkan sendiri oleh JLR. 

Teknologi tersebut diperkirakan mampu menghasilkan jarak tempuh lebih dari 480 kilometer dalam sekali pengisian daya.

SUV ini juga mengusung konfigurasi motor penggerak ganda yang menghasilkan performa tinggi yaitu tenaga hingga 542 HP dan torsi 850 Nm. Kemampuan ini memungkinkan kendaraan menarik beban hingga 2,5 ton.

Direktur Eksekutif Teknik Produk Range Rover, Thomas Müller mengklaim, performa Range Rover Electric mampu melampaui produk bermesin konvensional.

“Range Rover Electric memiliki performa yang setara dengan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) dalam beberapa hal, bahkan melampauinya,” ujar Müller.

Untuk mendukung kemampuan di berbagai medan, Range Rover Electric dibekali sejumlah teknologi baru, termasuk fitur one-pedal driving dan sistem suspensi udara dua ruang yang dapat beradaptasi dengan kondisi jalan.

Model ini akan tersedia dalam pilihan jarak sumbu roda standar dan long wheelbase (LWB). Varian LWB diklaim menawarkan ruang kabin baris kedua yang lebih lapang dibanding model sebelumnya.

Meski harga resmi belum diumumkan, Autocar melaporkan jika Range Rover membidik banderol pada kisaran USD200.300 atau sekitar Rp3,6 miliar.

Sebagai persiapan produksi massal, JLR menyatakan telah menyelesaikan pengujian lini produksi kendaraan listrik terbaru di pabrik Solihull, Inggris.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.