KABARBURSA.COM – Jelang pembagian dividen PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), pergerakan sahamnya tampak hati-hati. Pada penutupan perdagangan Kamis, 23 April 2026, harganya terkoreksi tipis 0,40 persen. Tekanan jual mulai muncul meskipun penurunannya masih tertahan di area rata-rata pergerakan MA20.
Posisi seperti ini memperlihatkan bahwa ADRO saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang belum sepenuhnya melemah, karena harga memang belum menembus area support terdekat.
MNC Sekuritas dalam risetnya hari ini menyebut, rentang Rp2.440 hingga Rp2.500 menjadi area yang menarik perhatian sebagai zona buy on weakness. Tentu saja dengan batas Risiko yang relatif terukur, yaitu selama harga tidak turun di bawah Rp2.410.
Di sisi atas, pergerakan saham menuju Rp2.620 hingga Rp2.700 sebenarnya masih terbuka. Asalkan, tekanan beli kembali menguat meskipun ruang tersebut saat ini berada dalam bayang-bayang momentum dividen yang semakin dekat.
Pola seperti ini seringkali muncul saat pasar mulai menyeimbangkan antara potensi yield dengan risiko profit taking jangka pendek. Itulah mengapa kemudian dalam beberapa sesi terakhir karakter pergerakan ADRO cenderung berubah, dari agresif menjadi lebih selektif.
Di sini, tekanan jual yang muncul tidak selalu disertai dengan pelepasan besar. Jadi, ada indikasi bahwa distribusi masih terbatas. Di sisi lain, belum ada dorongan akumulasi yang signifikan untuk membuat harga keluar dari fase konsolidasi. Inilah alasan mengapa pergerakan ADRO cenderung tertahan dalam rentang sempit.
Dividen Final ADRO
Rentang gerak ADRO ini tentu saja menyita perhatian pasar, karena terjadi tepat menjelang fase penting pembagian dividen.
ADRO beberapa hari lalu mengumumkan akan membagikan dividen tunai final untuk tahun buku 2025. Besarannya mencapai USD197,5 juta dan akan dibayarkan pada 8 Meo 2026.
Untuk diketahui, angka ini sebenarnya melengkapi dividen interim sebesar USD250 juta yang sebelumnya sudah dibagikan. Jadi, jika ditotal, dividen yang dibagikan ADRO mencapai USD447,5 juta. Angka ini hampir setara dengan laba bersih tahun berjalan yang diketahui sebesar USD447,69 juta.
Dan, lagi-lagi besaran porsi laba ini menempatkan ADRO sebagai salah satu emiten dengan rasio payout yang sangat tinggi, terutama pada periode ini.
Jika dihitung dengan asumsi kurs Rp17.100 per dolar AS, maka dividen final yang akan diberikan ADRO setara dengan Rp3,38 triliun. Dan, apabila dihitung terhadap jumlah saham beredar sekitar 31,99 miliar saham, maka dividen per sahamnya berada di kisaran Rp105 hingga Rp106.
Lebih jauh, pada harga saham Rp2.560, sebelum koreksi terakhir, estimasi dividen yield dari dividen finalnya berada di kisaran 4,1 hingga 4,2 persen. Angka ini sudah pasti menjadi daya tarik sendiri bagi investor, terutama mereka yang bermain di jangka pendek, memburu dividen.
Ini yang kemudian menjelaskan kenapa ruang terjadinya tekanan jual jelang tanggal cum dividen pada 27 April 2026, mulai terbuka.
Memang, secara historis fase menjelang cum date sering kali diwarnai dua arus yang berlawanan. Di satu sisi terdapat akumulasi dari pelaku pasar yang mengejar dividen, di sisi lain muncul aksi profit taking dari investor yang telah lebih dulu masuk di harga bawah.
Pada kondisi ADRO saat ini, kedua arus tersebut mulai terlihat seimbang. Hal ini tampak dari pergerakan harga yang cenderung tertahan dan volume yang tidak melonjak signifikan.
Dengan posisi teknikal yang masih bertahan di atas MA20 dan dukungan yield yang relatif menarik, ruang pergerakan ADRO dalam jangka sangat pendek cenderung berada dalam fase tarik-menarik.
Arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh apakah minat terhadap dividen mampu mengimbangi tekanan jual yang mulai muncul menjelang distribusi laba tersebut.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.