KABARBURSA.COM – Rencana pembagian dividen PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) untuk tahun buku 2025 mulai menjadi perhatian pasar. Meskipun hingga kini belum diumumkan secara resmi, namun ada potensi penurunan besaran dividen.
Dengan kebijakan dividend payout ratio minimal 50 persen, ruang distribusi laba masih terbuka, terlebih jika melihat pola historis yang menunjukkan konsistensi pembagian dividen dalam beberapa tahun terakhir.
Secara historis, ACES tergolong emiten yang stabil dalam membagikan dividen. Pada 2024, dividen tercatat sebesar Rp33,87 per saham dengan payout ratio mencapai 86,71 persen dan dividend yield di kisaran 9,51 persen.
Jika ditarik ke belakang, tren ini relatif terjaga, dengan dividen Rp33,50 pada 2023 dan Rp31,06 pada 2022. Artinya, secara pola, ACES memiliki kecenderungan menjaga distribusi laba dalam level yang cukup tinggi, bahkan di atas batas minimum kebijakan internalnya.
Namun, untuk tahun buku 2025, ekspektasi pasar mulai menyesuaikan. Berdasarkan estimasi analis, potensi dividen berada di kisaran Rp19,5 hingga Rp28,4 per saham. Dengan harga saham di level Rp350, kisaran tersebut mengindikasikan dividend yield sekitar 5,6 persen hingga 8,1 persen.
Angka ini masih tergolong kompetitif, meskipun berada di bawah realisasi tahun sebelumnya, dan mencerminkan adanya penyesuaian terhadap kinerja dan kebutuhan ekspansi ke depan.
ACES Naikkan Target 2026
Di luar dividen, arah pertumbuhan ACES pada 2026 mulai terlihat lebih agresif dibandingkan tahun sebelumnya. Manajemen menargetkan same store sales growth (SSSG) kembali positif di kisaran 2–4 persen, berbalik dari kontraksi 4,2 persen pada 2025.
Pertumbuhan pendapatan juga diproyeksikan meningkat ke level 6–8 persen. ACES mulai menunjukkan adanya upaya pemulihan dari sisi topline yang sebelumnya cenderung datar.
Strategi ekspansi menjadi salah satu pendorong utama. ACES menargetkan pembukaan 25–30 toko Azko dan 40–50 toko Neka sepanjang 2026, dengan alokasi belanja modal sebesar Rp400–450 miliar.
Kehadiran format Neka menjadi variabel baru dalam struktur bisnis, dengan margin kotor sekitar 45 persen, sedikit di bawah Azko yang berada di 47,6 persen, namun dengan kebutuhan capex dan opex yang lebih rendah. Ini memberikan fleksibilitas dalam ekspansi sekaligus membuka potensi efisiensi.
Dari sisi operasional, sinyal awal 2026 menunjukkan perbaikan. SSSG pada Maret tercatat masih tumbuh positif, dan secara keseluruhan kuartal I-2026 diperkirakan tetap berada di zona pertumbuhan, melanjutkan tren moderat dari tahun sebelumnya.
Meskipun ada potensi perlambatan pada April setelah periode Lebaran, arah pergerakan masih menunjukkan stabilisasi permintaan.
Di sisi margin, manajemen tidak memberikan angka spesifik, namun mengindikasikan adanya potensi pemulihan bertahap. Hal ini didorong oleh efisiensi biaya yang telah dilakukan sejak paruh kedua 2025.
Tidak hanya efisiensi biaya, porsi beban iklan dan promosi juga diturunkan, maksimal 1,5 persen dari pendapatan. Penyesuaian ini menjadi bagian dari upaya menjaga profitabilitas di tengah tekanan biaya.
Pelemahan Rupiah jadi Penekan
Tekanan eksternal tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Pelemahan rupiah terhadap yuan berpotensi meningkatkan harga pokok barang, sementara kenaikan harga minyak memicu fuel surcharge yang dapat menambah beban distribusi.
Sebagai respons, ACES telah mulai melakukan penyesuaian harga jual pada sebagian produk sejak awal April 2026, dengan tetap mempertimbangkan daya saing di pasar.
Jika dilihat secara keseluruhan, ACES berada dalam fase penyeimbangan antara distribusi dividen dan kebutuhan ekspansi. Di satu sisi, rekam jejak historis menunjukkan komitmen kuat dalam pembagian laba.
Namun di sisi lain, arah bisnis 2026 menuntut alokasi modal yang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan, terutama melalui ekspansi gerai dan pengembangan format baru.
Dalam struktur ini, dividen tidak lagi berdiri sendiri sebagai daya tarik utama, tetapi menjadi bagian dari strategi yang lebih luas.
Besaran final yang akan diumumkan nantinya akan mencerminkan bagaimana ACES menyeimbangkan antara menjaga imbal hasil bagi investor dan mendukung fase pertumbuhan yang sedang dibangun.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.