KABARBURSA.COM – Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akhirnya memantul setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, sahamnya menguat 4,05 persen ke level 1.540, dengan lonjakan nilai transaksi mencapai Rp160,57 miliar.
Kenaikan tersebut menjadi titik balik sementara setelah saham ini sebelumnya turun beruntun selama tiga hari perdagangan. Pada 4 Mei 2026, DSSA terkoreksi 5,57 persen ke level 1.525, lalu kembali turun 2,62 persen pada 5 Mei menjadi 1.485, dan melemah lagi ke 1.480 sehari setelahnya.
Menariknya, rebound DSSA kali ini muncul bersamaan dengan lonjakan aktivitas pasar. Volume transaksi melonjak menjadi 1,02 juta lot, dengan frekuensi mencapai 22,51 ribu kali.
Namun di balik kenaikan harga itu, satu hal yang paling mencolok justru datang dari pergerakan asing. Sepanjang empat hari terakhir, asing masih konsisten melakukan distribusi besar di DSSA.
Pada perdagangan 7 Mei 2026 saja, net foreign sell DSSA tercatat mencapai Rp26,08 miliar. Tekanan asing tersebut bahkan lebih besar dibanding sehari sebelumnya yang mencapai Rp17,93 miliar. Begitupun pada 5 Mei, asing tercatat keluar sebesar Rp21,71 miliar.
Jika diakumulasi sejak 4 Mei hingga 7 Mei 2026, total net foreign sell DSSA mencapai sekitar Rp73,78 miliar. Di sini, reboundnya DSSA diikuti dengan perubahan arah aliran dana asing secara penuh.
Akumulasi dari Broker Besar
Meski begitu, pasar tetap mulai melihat adanya aksi akumulasi dari broker-broker besar domestik. Data broker summary periode 4–7 Mei 2026 menunjukkan broker Stockbit Sekuritas Digital (XL) menjadi pembeli terbesar DSSA dengan nilai akumulasi Rp14,4 miliar atau setara 92,8 ribu lot di harga rata-rata 1.566.
Broker Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) juga tercatat melakukan pembelian Rp10,8 miliar dengan 69,8 ribu lot di harga rata-rata 1.549. Sementara broker BNI Sekuritas (NI) ikut masuk dengan akumulasi Rp10,3 miliar atau 69,1 ribu lot di harga rata-rata 1.503.
Di sisi sebaliknya, tekanan jual terbesar masih datang dari broker Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) yang membukukan penjualan Rp70,5 miliar atau sekitar 461,2 ribu lot pada harga rata-rata 1.530. Distribusi besar lainnya muncul dari broker JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) sebesar Rp8,2 miliar dan broker Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) Rp3,1 miliar.
Pergerakan tersebut membuat DSSA berada dalam fase yang cukup menarik. Di satu sisi, tekanan asing masih terlihat dominan. Namun di sisi lain, mulai muncul broker domestik yang mencoba menyerap distribusi tersebut di area bawah.
Area 1.482 jadi Titik Penting
Secara teknikal, DSSA juga mulai memperlihatkan perubahan ritme setelah berhasil memantul dari area low 1.470 pada perdagangan terakhir. Harga bahkan sempat menyentuh level tertinggi 1.760 sebelum akhirnya ditutup di 1.540.
Jika melihat pivot point, area 1.482 kini menjadi titik penting, karena berhasil dipertahankan pasar. Level tersebut sekaligus menjadi pivot utama harian DSSA.
Selama harga masih bergerak di atas area 1.482, peluang rebound lanjutan masih terbuka menuju resistance terdekat di area 1.524 hingga 1.567. Bahkan jika momentum beli kembali meningkat, ruang kenaikan DSSA mulai terbuka menuju area 1.609 sebagai resistance berikutnya.
Namun volatilitas DSSA masih tergolong tinggi. Pergerakan harian saham ini dalam empat hari terakhir menunjukkan rentang fluktuasi yang sangat lebar, dari level tertinggi 1.760 hingga area bawah 1.440.
Dari sisi struktur tren, rebound DSSA juga mulai memberi sinyal bahwa tekanan jual jangka pendek mulai mereda. Meski demikian, pasar masih akan memperhatikan apakah arus distribusi asing mampu diserap sepenuhnya atau justru kembali menekan harga ketika rebound mulai melemah.
Kondisi tersebut membuat perdagangan DSSA hari ini masih akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu keberlanjutan akumulasi broker domestik dan apakah tekanan jual asing mulai mengecil.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.