Logo
>

Dua Petinggi Mundur, Asing Akumulai Rp12,45 Miliar: Peluang INET Hari ini?

INET menguat hampir 2 persen di tengah kabar pengunduran diri komisaris dan direktur. Asing mencatat net buy Rp12,45 miliar dengan antrean offer masih tebal di area atas.

Ditulis oleh Yunila Wati
Dua Petinggi Mundur, Asing Akumulai Rp12,45 Miliar: Peluang INET Hari ini?
Alih-alih tertekan, saham INET justru ditutup naik 1,92 persen ke level 318. (Foto: dok Indointernet)

KABARBURSA.COM – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mendapat sorotan pasar setelah menerima pengunduran diri dua petingginya sekaligus. Pada Keterbukaan Informasi yang diterima BEI pada Kamis, 7 Mei 2026, Perseroan mengumumkan telah menerima surat pengunduran diri Tongam Lumban Tobing dari jabatan Komisaris serta Willy Usulangi dari posisi Direktur.

Informasi tersebut disampaikan perseroan merujuk ketentuan Peraturan OJK Nomor 33/POJK.04/2014 terkait direksi dan dewan komisaris emiten atau perusahaan publik. Surat pengunduran diri diterima pada hari yang sama dengan perdagangan saham INET yang justru bergerak menguat di pasar.

Alih-alih tertekan, saham INET justru ditutup naik 1,92 persen ke level 318. Harga bahkan sempat menyentuh level tertinggi 334 sebelum akhirnya ditutup di dekat area pembukaan perdagangan.

Pergerakan ini menjadi menarik karena kenaikan harga berlangsung bersamaan dengan masuknya arus dana asing dalam jumlah besar. Data perdagangan menunjukkan foreign buy INET mencapai Rp32,26 miliar, sedangkan foreign sell berada di level Rp19,81 miliar.

Dengan demikian, INET mencatat net foreign buy sekitar Rp12,45 miliar hanya dalam satu hari perdagangan. Angka tersebut cukup besar untuk ukuran saham lapis menengah seperti INET dan menjadi salah satu faktor yang paling menonjol dalam perdagangan kemarin.

Aktivitas transaksi INET juga melonjak cukup tinggi. Nilai perdagangan mencapai Rp130,3 miliar dengan volume transaksi menembus 4,02 juta lot dan frekuensi mencapai 24.236 kali.

Lapisan Offer Masih Tebal

Namun di balik penguatan harga tersebut, struktur orderbook memperlihatkan pasar masih menghadapi lapisan offer yang cukup tebal di area atas. Total antrean offer tercatat mencapai 1,36 juta lot, jauh lebih besar dibanding total bid yang berada di kisaran 456 ribu lot.

Antrean jual paling besar terlihat di level 336 dengan total 89.538 lot. Offer tebal lainnya juga menumpuk di level 330 sebanyak 81.962 lot dan level 338 sekitar 71.927 lot.

Lapisan supply masih terlihat rapat di area 334 sebesar 64.922 lot serta level 328 sebanyak 52.222 lot. Kondisi ini membuat ruang kenaikan INET masih menghadapi tekanan distribusi di area atas.

Sementara di sisi bid, antrean terbesar terlihat berada di level 314 sebanyak 73.387 lot dan level 312 sekitar 73.169 lot. Bid cukup tebal lainnya muncul di area 310 sebesar 61.291 lot serta level 316 sekitar 44.190 lot.

Pelaku pasar mulai membentuk area pertahanan di kisaran 310 hingga 316, sementara supply besar masih berjaga di rentang 328 hingga 338.

Broker Serap di Area 320

Dari sisi broker summary, broker Mandiri Sekuritas (CC) menjadi akumulator terbesar INET dengan nilai pembelian mencapai Rp6 miliar atau sekitar 183,8 ribu lot di harga rata-rata 324. Broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) juga terlihat aktif melakukan pembelian Rp4,6 miliar dengan 140,5 ribu lot.

Broker Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) ikut masuk dengan akumulasi Rp2 miliar, sementara (BNI Sekuritas (NI) mencatat pembelian Rp1,1 miliar. Aktivitas ini memperlihatkan beberapa broker besar mulai melakukan penyerapan ketika INET bergerak di area 320-an.

Di sisi sebaliknya, tekanan jual terbesar datang dari broker Stockbit Sekuritas Digital (XL) dengan nilai penjualan Rp2,5 miliar atau sekitar 76,1 ribu lot. Broker Semesta Indovest Sekuritas (MG) juga melepas Rp1,9 miliar, disusul Ajaib Sekuritas Asia (XC) Rp1,2 miliar dan BCA Sekuritas (SQ) Rp1,1 miliar.

Meski terdapat distribusi dari beberapa broker, kekuatan akumulasi terlihat masih lebih dominan. Hal itu tercermin dari net foreign buy besar dan kemampuan harga bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan.

Potensi Momentum Rebound Hari ini

Namun karakter pergerakan INET saat ini masih tergolong trader driven. Lonjakan volume mencapai 4,02 juta lot dan frekuensi 24 ribu kali memperlihatkan saham ini sedang berada dalam fase perputaran cepat. Kondisi seperti ini biasanya membuat volatilitas intraday menjadi lebih tinggi.

Secara teknikal jangka pendek, selama INET mampu bertahan di atas 312–314, momentum rebound masih terjaga. Jika supply di 330 mulai terserap, ruang kenaikan bisa mulai terbuka menuju area psikologis 340 hingga 350.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali dominan dan bid 312 mulai jebol, pasar kemungkinan kembali menguji area 300 sebagai support terdekat.

Yang paling menarik dari seluruh data perdagangan INET adalah respons pasar terhadap kabar pengunduran diri manajemen. Biasanya, kabar keluarnya komisaris atau direktur memicu tekanan psikologis terhadap harga saham. Namun pada INET, pasar justru merespons dengan lonjakan transaksi dan arus beli asing yang agresif.

Situasi tersebut membuat perhatian pelaku pasar kini tertuju pada kemampuan INET menghadapi lapisan offer besar di area atas. Selama tekanan jual di rentang 328 hingga 338 belum terserap, pergerakan saham ini berpotensi tetap volatil dalam jangka pendek.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79