KABARBURSA.COM – Menarik memperhatikan pergerakan saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). Sejak awal pekan, tekanan jual asing terlihat jelas. Namun, volume tetap tinggi untuk menjaga daya tarik.
Sempat bertahan di level psikologis Rp10.000 pada 20-21 April 2026, pergerakannya mulai tertekan pada 22 April 2026. Saat itu, harga terkoreksi tajam hingga 1,75 persen hingga bersandar di level Rp9.825.
Tekanan tersebut datang usai data net foreign sell menunjukkan bahwa saham terjual hingga Rp8,71 miliar. Dan tidak berhenti sampai di sini, keesokan harinya tekanan berlanjut. Beruntung, harga berhasil berbalik menguat ke Rp9.925.
Di sinilah menariknya. Penguatan yang terjadi pada 23 April tersebut berada pada kondisi yang tidak sepenuhnya stabil. Nilai transaksi melonjak menjadi Rp48,46 miliar, dengan volume 48,60 ribu lot dan frekuensi sebesar 3.340 kali.
Namun, dibalik lonjakan tertinggi dalam empat hari tersebut, asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp414,22 juta. Bisa disimpulkan bahwa kenaikan ini lebih banyak ditopang olek aktivitas domestik.
Jika ditelaah lebih jauh, pola empat hari ini memperlihatkan adanya pergeseran gerak dari fase distribusi menuju upaya penyeimbangan. Apabila dilihat kembali, pada 20 April pasar masih relatif netral, dengan net foreign buy tipis di Rp35,36 juta.
Tetapi, dua hari kemudian, tekanan jual asing justru semakin dominan, terutama pada 22 April, meskipun kemudian mereda pada 23 April walaupun belum berbalik menjadi akumulasi.
Batas Psikologis
Dari struktur harga, area Rp9.750 hingga Rp9.825 mulai berfungsi sebagai penyangga jangka pendek. Hal ini terlihat dari tidak berlanjutnya tekanan setelah koreksi dalam.
Sementara, area Rp10.000 kembali menjadi batas psikologis yang belum mampu ditembus secara konsisten. Kondisi ini kemudian membentuk rentang konsolidasi yang semakin sempit, dengan volatilitas yang justru meningkat.
Dalam konteks teknikal, posisi INKP saat ini masih berada dalam fase korektir minor. Hal ini tercermin dari pergerakan yang belum mampu keluar dari tekanan distribusi sebelumnya.
Namun, munculnya lonjakan volume pada saat harga menguat memberi sinyal bahwa minat beli mulai kembali masuk, walaupun belum dominan.
Rekomendasi Perdagangan
Itulah mengapa pendekatan buy on weakness mulai relevan. Namun, mesti diperhatikan rentang belinya, yaitu mulai Rp9.275 hingga Rp9.725. Rentang ini menjadi area masuk, dengan batas Risiko berada di bawah Rp9.075. Level ini menjadi titik validasi dari struktur penahan harga saat ini.
Sementara itu, potensi kenaikan masih mengarah ke Rp10.475 hingga Rp11.075. Potensi ini akan terjadi apabila harga mampu menembus Kembali area Rp10.000 dengan dukungan volume yang lebih kuat.
Jadi, pergerakan INKP saat ini sedang berada dalam fase tarik-menarik antara sisa tekanan distribusi dan mulai masuknya minat beli baru.
Dengan frekuensi transaksi yang meningkat dan nilai transaksi yang membesar, pasar terlihat mulai aktif kembali. Namun, saat ini arahnya dominan masih menunggu konfirmasi dari pergerakan harga di sekitar level psikologis terdekat, yaitu Rp10.000.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.