Logo
>

Gandeng Mitra, Baznas RI Perluas Akses Digital ZIS Nasional

Kolaborasi Baznas dan LinkAja memperluas akses pembayaran ZIS digital untuk mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Ditulis oleh Syahrianto
Gandeng Mitra, Baznas RI Perluas Akses Digital ZIS Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) dan LinkAja Syariah memperkuat sinergi strategis dalam mempermudah masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). (Foto: Dok. Baznas RI)

KABARBURSA.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) dan LinkAja Syariah memperkuat sinergi strategis dalam mempermudah masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui layanan digital yang terintegrasi di aplikasi LinkAja dan LinkAja Syariah.

Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi, menyambut baik penguatan kerja sama strategis ini sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat nasional.

“Baznas tanpa kolaborasi itu mustahil. Oleh karena itu, kami membuka seluas-luasnya ruang kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk dengan LinkAja dan LinkAja Syariah untuk menjangkau para muzaki yang ingin menunaikan ZIS dengan mudah,” ujar Zainut, dalam pertemuan yang diselenggarakan di Gedung Baznas RI, Jakarta, dikutip Senin, 20 April 2026.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperluas akses layanan keuangan syariah digital sekaligus mendorong inklusi keuangan di Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pengalaman berzakat yang lebih mudah, cepat, dan transparan.

"Dengan penghimpunan yang meningkat, kita juga dapat menjangkau lebih luas mustahik hingga pelosok Indonesia yang membutuhkan bantuan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital menjadi solusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat, praktis, dan transparan dalam berzakat.

“Dengan diperkuatnya kerja sama ini, kami berharap penghimpunan ZIS dapat semakin meningkat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan umat, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup mustahik. Kami juga berharap ekosistem syariah semakin berkembang,” katanya.

Sementara itu, Direktur Komersial (CCO) LinkAja Muhammad Rendi Nugraha menegaskan bahwa LinkAja dan LinkAja Syariah terus berkomitmen untuk memperkuat peran sebagai platform keuangan digital yang mendukung ekosistem filantropi Islam di Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, LinkAja dan LinkAja Syariah menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan ZIS secara digital kapan saja dan di mana saja, sekaligus memastikan proses yang aman, transparan, dan terintegrasi dengan ekosistem Baznas,” ujar Rendi.

Ia menambahkan, LinkAja akan terus mengembangkan fitur dan layanan pembayaran digital, termasuk integrasi dengan berbagai kanal dan platform Baznas, guna memperluas jangkauan penghimpunan ZIS serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan filantropi.

“Dengan dukungan teknologi dan jaringan ekosistem yang luas, kami berharap dapat memperkuat literasi serta adopsi donasi digital di Indonesia, sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi para mustahik,” tutupnya.

Turut hadir Direktur Komersial LinkAja Muhammad Rendi Nugraha, Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, Deputi I Baznas RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan KH. M. Imdadun Rahmat, AVP Account Management-Sharia, Irfan Chair, beserta jajaran.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.