KABARBURSA.COM – Prajogo Pangestu kembali memperkuat kendali atas PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan menambah kepemilikan sahamnya. Berdasarkan keterbukaan informasi, Senin, 19 Januari 2026, yang disampaikan sesuai ketentuan POJK 4/2024, Prajogo membeli tambahan 3.000.000 saham BRPT.
Aksi tersebut dilakukannya pada 15 Januari 2026, di harga Rp2.830 per saham. Dengan transaksi ini, kepemilikannya naik dari 66.898.030.165 saham menjadi 66.901.030.165 saham, sementara porsi hak suara meningkat dari 71,36 persen menjadi 71,363 persen.
Secara persentase, kenaikan ini memang terlihat kecil. Namun dalam konteks struktur kepemilikan, transaksi ini tidak bisa dibaca sebagai sekadar formalitas. Prajogo sudah menguasai lebih dari 71 persen saham BRPT.
Pada level ini, ia tidak memiliki kewajiban untuk menambah kepemilikan demi mempertahankan kontrol. Justru karena itu, setiap penambahan—sekecil apa pun—menjadi sinyal yang harus dibaca secara struktural, bukan kosmetik.
Transaksi ini dilakukan secara langsung, bukan melalui skema repurchase agreement atau mekanisme turunan. Artinya, ini adalah pembelian riil, bukan pengaturan sementara. Tujuannya juga dinyatakan sebagai investasi, bukan pengamanan teknis.
Dengan kata lain, pengendali memilih untuk menambah eksposur pada harga yang berlaku di pasar.
Lapisan Supply Masih Tebal
Menariknya, pembelian ini terjadi di tengah fase koreksi menengah saham BRPT. Jika ditarik dari grafik harian, saham ini sempat mengalami reli panjang sepanjang 2024 hingga mencapai area di atas 4.000, sebelum kemudian memasuki fase penyesuaian.
Sejak puncaknya, harga bergerak turun secara bertahap, membentuk struktur lower high dan lower low, hingga akhirnya menemukan area stabilisasi di kisaran 2.700–2.900.
Pada perdagangan terbaru, BRPT ditutup di level 2.930, menguat 3,53 persen dari penutupan sebelumnya. Saham ini dibuka di 2.830, sempat naik hingga 3.030, lalu bergerak stabil di atas 2.900. Rentang ini penting, karena area 2.800–2.900 merupakan zona yang dalam beberapa bulan terakhir sering berfungsi sebagai titik keseimbangan baru.
Likuiditasnya juga tidak kecil. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp342,4 miliar, dengan volume sekitar 117 juta saham. Ini menunjukkan bahwa pergerakan hari ini bukan sekadar hasil dari transaksi sporadis, tetapi disertai partisipasi yang cukup luas.
Namun, seperti yang terlihat dari struktur orderbook, kenaikan ini bukan tanpa gesekan. Total antrean jual masih lebih besar dibandingkan antrean beli, dengan lot offer mencapai sekitar 305 ribu lot, sementara bid berada di kisaran 268 ribu lot.
Ini menandakan bahwa meski harga menguat, pasokan belum sepenuhnya surut. Kenaikan masih harus melewati lapisan suplai.
Dari sisi teknikal, struktur harga BRPT saat ini sedang mencoba membentuk dasar menengah. Area 2.700–2.800 menjadi support utama, sementara zona 3.000–3.050 menjadi area uji pertama. Ini terlihat dari bagaimana harga sempat menyentuh 3.030, tetapi belum mampu bertahan di atasnya secara konsisten.
Jika harga mampu bertahan di atas 2.900 dalam beberapa sesi ke depan, struktur ini akan semakin mengarah ke fase stabilisasi. Dalam konteks teknikal murni, ini membuka ruang pengujian ulang ke area 3.100–3.200 sebagai resistance berikutnya. Namun, selama suplai masih muncul di setiap kenaikan, pergerakan cenderung bertahap, bukan impulsif.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.