Logo
>

Saham Naik Hingga 800 Persen, Ada yang Setia Koleksi ZATA

Lonjakan harga ZATA bukan sekadar reli sesaat. Data orderbook dan broker summary menunjukkan pola koleksi yang belum selesai, dengan area 72–73 sebagai zona akumulasi utama sebelum harga melesat ke 81.

Ditulis oleh Yunila Wati
Saham Naik Hingga 800 Persen, Ada yang Setia Koleksi ZATA
PT Zata Jaya Utama Tbk saat melakukan pencatatan perdana di BEI, 10 November 2022. Foto: Dok Perusahaan.

KABARBURSA.COM – Kenaikan saham PT Zata Jaya Utama Tbk (ZATA) bukan sekadar reli biasa. Saham ini sudah melesat lebih dari 600 ersen dalam horizon satu tahun. Bahkan dalam enam bulan terakhir, lonjakannya menembus 800 persen.

Yang menarik, lonjakan ini bukan hanya terjadi di timeframe panjang. Dalam sepekan terakhir, ZATA masih menguat lebih dari 30 persen, dan dalam sebulan harganya melesat 29 persen. Bahkan dalam satu hari terakhir, yaitu pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, harnyanya naik 35 persen ke level 81.

Tampak sekali minat beli yang belum surut, meskipun harga sudah naik sangat jauh.

Dari orderbooknya, ZATA sedang berada dalam kondisi supply kering. Hampir seluruh lapisan di sisi offer kosong, sementara bid menumpuk rapat dari 81 ke bawah. Ini adalah karakter saham yang sedang “dikejar” pembeli. 

Namun yang lebih penting bukan hanya grafik atau antrean, melainkan siapa yang sedang bermain di balik layar. Dari broker summary, terlihat bahwa transaksi tidak didominasi satu pihak saja. Ada beberapa broker besar yang aktif di sisi beli, dan beberapa di sisi jual. 

Artinya, yang terjadi bukan satu pihak menggoreng lalu semua ritel ikut masuk, tetapi proses rotasi kepemilikan yang berlangsung dengan likuiditas nyata. Ada akumulasi setia dari beberapa broker jika dilihat pada periode tiga bulan terakhir.

  • Mirae Asset (YP) membeli di harga rata-rata 73
  • KB Valbury (CP) mengoleksi di harga rata-rata yang sama, yaitu 73
  • Stockbit Sekuritas (XL) juga ikut mengumpulkan saham ZATA di harga satu poin di bawah YP dan CP, yaitu 72

Artinya, area 72-73 ini merupakan wilayah yang relative dekat dengan harga psikologis murah sebelum lonjakan terakhir. Atau bisa dikatakan, dalam periode tiga bulan itu, akumulasi para broker terjadi di bawah harga penutupan minggu ini, yaitu di 81. 

Ini konsisten dengan pola saham yang sedang diangkat, yaitu pihak yang masuk lebih awal rata-rata berada di bawah harga berjalan.

Harga Masuk Fase Kondolidasi Pendek

Sejak puncak euforia di area 100–110 pada Oktober, ZATA membentuk struktur turun yang kemudian berubah menjadi fase datar cukup panjang di rentang 60–70. 

Ini adalah wilayah yang secara klasik sering menjadi zona akumulasi, bukan zona distribusi. Harga tidak lagi jatuh bebas, volatilitas mengecil, dan candle mengecil yang menandakan tekanan jual mulai berkurang.

Ketika saham yang lama “didiamkan” tiba-tiba meledak dengan volume besar, pasar biasanya sedang mengirim sinyal bahwa keseimbangan supply–demand sedang bergeser. Artinya, jika ini adalah distribusi, seharusnya lonjakan harga diiringi dengan tekanan jual masif di level atas. 

Tapi dari bentuk candle yang tegas dan penutupan di dekat high hariannya, ini lebih menyerupai fase penyerapan daripada pembuangan.

Jika pola ini berlanjut, maka pada perdagangan selanjutnya ZATA berpotensi masih berada dalam mode koleksi, bukan sebaliknya. Akan tetapi, bentuknya tidak harus langsung naik lurus. Sering kali setelah candle besar seperti ini, harga akan masuk fase konsolidasi pendek di area 75–82 untuk menguji apakah minat beli masih bertahan atau tidak.

Secara arah, selama harga tidak kembali jatuh ke bawah area konsolidasi lamanya di sekitar 65–68, struktur teknikalnya masih condong ke atas. Artinya, skenario yang lebih dominan saat ini adalah uptrend baru sedang dibangun, bukan sekadar dead cat bounce.

Tapi perlu dicatat, fase ini masih sangat dini. Kita belum bisa menyebutnya breakout bersih dari struktur besar, melainkan sinyal awal bahwa saham ini mulai “dibangunkan”. Jika pada sesi-sesi berikutnya volume tetap tinggi dan harga bertahan di atas 75, maka probabilitas bahwa ZATA masih dikoleksi akan semakin kuat. 

Sebaliknya, jika lonjakan ini segera diikuti tekanan jual besar dan candle merah panjang, itu akan mengubah interpretasinya menjadi distribusi cepat.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79