KABARBURSA.COM - Bank Mandiri kembali menunjukkan perannya sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang berfokus pada fungsi intermediasi keuangan dan pemulihan wilayah terdampak bencana.
Bersinergi dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Bank Mandiri sukses membangun lima jembatan Bailey untuk mempercepat pemulihan konektivitas di sejumlah daerah Sumatra yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Pembangunan jembatan darurat hasil kolaborasi Bank Mandiri dan Kemenhan ini, bertujuan untuk membuka kembali akses wilayah yang sempat terisolasi, sekaligus memastikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.
Jembatan Bailey dipilih karena sifatnya yang adaptif, mudah dirakit, dan dapat dipindahkan sesuai kebutuhan lapangan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan menyatakan, kolaborasi ini merupakan bagian dari dukungan nyata perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam penanganan bencana.
“Sinergi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mempercepat penanganan bencana. Jembatan Bailey dipilih karena instalasinya relatif cepat dan sangat sesuai untuk kondisi wilayah terdampak, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Riduan dalam keterangan resmi, Minggu 4 Januari 2025.
Riduan menyebutkan, keberadaan jembatan tersebut diharapkan menjadi sarana vital bagi mobilitas warga, serta jalur distribusi bantuan kemanusiaan hingga akses ke layanan publik.
Dengan terbukanya kembali jalur penghubung di wilayah terdampak bencana ini, proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat diharap dapat berlangsung lebih optimal sembari menunggu pembangunan infrastruktur permanen.
Tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur darurat, Bank Mandiri juga mengintensifkan bantuan kemanusiaan.
Sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025, perseroan dengan kode saham BMRI ini tercatat telah menyalurkan dan menyiapkan lebih dari 288.889 paket bantuan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Bantuan yang dikerahkan Bank Mandiri meliputi paket sembako, obat-obatan, perlengkapan wanita dan balita, selimut, genset, air bersih, kasur lipat, hingga pakaian layak pakai. Pengiriman bantuan dinilai perusahaan sebagai bagian dari respons berkelanjutan terhadap kondisi darurat bencana.
Kini .emasuki awal 2026, Bank Mandiri juga terlibat aktif mendukung pembangunan 600 unit Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan jangka menengah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Di sisi lain, Bank Mandiri kembali menurunkan Relawan Mandiri Tanggap Bencana untuk melanjutkan pendampingan di Kabupaten Gayo Luwes. Sebanyak 20 relawan pada tahap kedua ini berasal dari lintas unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk Mandiri Emergency Response Unit (MERU) Mandiri Club, guna menggantikan relawan tahap awal.
Di lapangan, para relawan bertugas mendistribusikan logistik sampai mengelola operasional posko tanggap bencana. Kegiatan tersebut mencakup layanan dapur umum, kesehatan, pendidikan darurat, hingga program trauma healing bagi masyarakat terdampak.
Konsistensi langkah ini menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari respons darurat hingga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. (info-bks/*)