KABARBURSA.COM - Bank Mandiri sebagai badan usaha milik negara (BUMN) memperlihatkan kontribusinya dalam penanganan dan pemulihan bencana.
Upaya Bank Mandiri tersebut, diwujudkan lewat partisipasi aktif dalam program BUMN Peduli untuk pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara).
Program BUMN Peduli yang diikuti Bank Mandiri menyasar wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Adapun pembangunan Huntara menjadi bagian dari percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
Program tersebut digerakan oleh Danantara Indonesia bersama BP (Badan Pengaturan) BUMN serta melibatkan sejumlah BUMN lintas sektor. Tujuan kolaborasi ini yaitu untuk memastikan ketersediaan hunian sementara yang layak, aman, dan bermartabat.
Kolaborasi Danantara dan BUMN lintas sektor juga sekaligus menegaskan kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana Sumatra.
Selain itu, terdapat fokus utama dalam pembangunan rumah Huntara yakni sebagai pemenuhan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang memenuhi standar layak huni.
Program pembangunan Huntara telah ditinjau langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, didampingi Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria.
Kolaborasi Bank Mandiri dan segenap pihak ini juga melibatkan jajaran direksi BUMN, mulai dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BUMN Karya, PLN, Telkomsel, hingga PT Perkebunan Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyatakan pentingnya kecepatan kerja negara dalam meringankan beban masyarakat pascabencana.
“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ujar Presiden Prabowo di Aceh Tamiang, Aceh, dikutip dalam keterangan resmi, Jumat 2 Januari 2025.
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan, capaian pembangunan Huntara hingga awal 2026 merupakan hasil sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN dalam pelaksanaan di lapangan.
Rosan mengatakan, target pembangunan telah ditetapkan sejak awal dan dapat dijalankan secara konsisten.
“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelas Rosan.
Senada dengan Rosan, COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria menyoroti ketatnya tenggat waktu pembangunan yang menuntut disiplin dan eksekusi tinggi dari seluruh BUMN yang terlibat.
“Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun,” jelas Dony.
Sedangkan dari sisi perbankan, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi menyebut, keterlibatan Bank Mandiri dalam proyek Huntara merupakan wujud sinergi nasional BUMN dalam memastikan kehadiran negara bagi masyarakat terdampak bencana.
“Di bawah koordinasi Danantara Indonesia, sinergi lintas BUMN termasuk Bank Mandiri, saat ini tengah mengakselerasi pembangunan total 600 unit Huntara secara nasional. Kami percaya, sinergi lintas BUMN menjadi kunci untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan,” terang Ari.
Kini Danantara Indonesia bersama BUMN terkait menargetkan pembangunan Huntara terus berlanjut hingga mencapai 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan.
Target ini digagas agar hunian sementara yang layak dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat setempat yang tertimpa bencana.
Lebih lanjut Ari menambahkan, kontribusi Bank Mandiri bersifat keberlanjutan karena meliputi pembangunan fisik hingga menyentuh aspek pemulihan ekonomi masyarakat.
“Sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui berbagai inisiatif sosial dan ekonomi, termasuk pendampingan usaha serta akses layanan keuangan yang inklusif,” tambahnya.
Sebagai informasi, proyek Huntara di Aceh Tamiang dikoordinasikan oleh PT Hutama Karya di bawah naungan Danantara Indonesia.
Setiap unit Huntara dirancang menggunakan konsep modular untuk menjamin kecepatan pembangunan tanpa mengorbankan kualitas, serta dilengkapi fasilitas pendukung.
Fasilitas Huntara meliputi dua kasur per unit, lemari, kipas angin, akses listrik dan Wi-Fi gratis, MCK komunal terpisah untuk menjaga standar sanitasi, serta fasilitas umum seperti klinik kesehatan dan taman bermain anak guna mendukung pemulihan sosial warga.
Sementara dari Bank Mandiri sendiri, perusahaan berkode saham BMRI ini mengirimkan 20 Relawan Mandiri Tanggap Bencana tahap kedua untuk melanjutkan pendampingan warga di Kabupaten Gayo Lues dan sejumlah wilayah lain di Aceh.
Para relawan berasal dari berbagai unit kerja, termasuk Mandiri Emergency Response Unit (Team MERU) Mandiri Club, dan menggantikan relawan tahap awal.
Para relawan terlibat dalam penyaluran bantuan logistik, distribusi perlengkapan sekolah, serta mendukung operasional posko tanggap bencana.
Kegiatan yang dilakukan mencakup pengelolaan dapur umum, layanan kesehatan dasar, kegiatan belajar sementara bagi anak-anak, hingga pendampingan psikososial bagi warga terdampak.
“Seluruh upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak melewati masa pemulihan dengan lebih tertata, sekaligus memulihkan kembali rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” pungkas Ari. (info-bks/*)