KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendukung program pemerintah dalam menekan prevalensi stunting.
Langkah menekan persentase stunting dilakukan lewat inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli. Inisiatif BRI Peduli kali ini, dilatar belakangi isu gizi pada anak balita yang masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan masyarakat Indonesia.
Sebab stunting dapat berdampak pada pertumbuhan fisik anak serta memengaruhi kualitas hidup, dan produktivitas generasi mendatang.
Oleh karena itu, perseroan memiliki program unggulan dalam BRI Peduli yakni Cegah Stunting Itu Penting. Program tersebut digelar di berbagai daerah sebagaj upaya kontribusi BRI terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Program Cegah Stunting Itu Penting dilaksanakan di sejumlah wilayah, antara lain Puskesmas Cilincing, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, serta Puskesmas Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa program BRI Peduli Cegah Stunting Itu Penting merupakan dukungan nyata perseroan terhadap agenda nasional dalam pencegahan stunting, sekaligus mendukung SDGs Nomor 2, yaitu Tanpa Kelaparan.
“Kegiatan ini meliputi pemberian paket nutrisi bergizi bagi anak stunting, paket makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, serta penyediaan antropometri kit guna mendukung pengukuran tumbuh kembang anak secara akurat di posyandu dan puskesmas,” ujar Dhanny lewat keterangan resmi, Minggu 25 Januari 2026.
Program tersebut memberikan paket bantuan antropometri kit kepada sejumlah Puskesmas. Terdiri dari timbangan digital, timbangan bayi, infantometer, stadiometer, serta tensimeter digital.
Selain bantuan fisik, program ini juga diperkuat melalui edukasi gizi dan pola asuh bagi orang tua, ibu hamil, dan remaja putri sebagai langkah pencegahan sejak dini.
“Melalui pelaksanaan kegiatan ini, pencegahan stunting tidak hanya diposisikan sebagai isu kesehatan semata, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” sebut Dhanny.
Sejak diluncurkan pada 2022, program BRI Peduli Cegah Stunting Itu Penting telah menjangkau 7.783 penerima manfaat yang terdiri dari orang tua, balita, ibu hamil, dan remaja putri.
Bank dengan kode saham BBRI ini juga tercatat telah menyalurkan 130 paket antropometri ke 49 posyandu dan puskesmas di berbagai kota, termasuk Jakarta, Padang, Yogyakarta, Denpasar, Malang, Makassar, Banjarmasin, dan Manado.
Sementara di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, program ini menyasar balita dan ibu hamil di daerah dengan prevalensi stunting kategori medium. Tercatat terdapat 55 anak berisiko stunting yang tengah dalam tahap pemulihan, serta 150 anak berisiko stunting dalam tahap penyuluhan.

Melalui program tersebut, BRI Peduli menggelar sosialisasi pencegahan stunting, pemberian Paket Makanan Tambahan (PMT), pemeriksaan kesehatan gratis, serta penyaluran antropometri kit.
Ahli Gizi Puskesmas Kecamatan Cilincing, Masliani Novaria, menilai program ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang penting dalam mempercepat penurunan stunting.
Ia menyampaikan terima kasih kepada BRI Peduli atas dukungan dalam program Cegah Stunting Itu Penting di wilayah Kecamatan Cilincing dengan berbagai manfaat yang diberikan.
"Harapannya, semoga BRI terus dapat mendukung intervensi pencegahan stunting di Indonesia, karena penanganan pencegahan stunting ini tidak bisa hanya digaungkan dan dilaksanakan oleh sektor kesehatan saja, tetapi juga memerlukan kolaborasi multipihak dalam pelaksanaannya guna mendukung percepatan penurunan angka stunting,” pungkas Masliani. (info-bks/*)