Logo
>

Didukung BRI, Ekonomi Desa Sumberejo Pacitan Mampu Berkembang

Desa Sumberejo di Pacitan kembangkan UMKM, perikanan, dan wisata untuk dorong ekonomi inklusif dengan dukungan BRI dan digitalisasi.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Didukung BRI, Ekonomi Desa Sumberejo Pacitan Mampu Berkembang
Kisah transformasi Desa Sumberejo, kembangkan ekonomi lokal bersama BRI. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM - Desa Sumberejo yang terletak di Kecamatan Sudimoro, Pacitan, Jawa Timur terus menunjukkan transformasi berbasis potensi lokal.

Desa Sumberejo mampu tumbuh dengan mengandalkan sumber daya alam dan gotong royong masyarakat.

Potensi lokal desa tersebut dibangun dengan mengakselerasi sektor pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, hingga pariwisata untuk mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Desa Sumberejo, Agung Trisno Kuncoro menyatakan, pihaknya fokus mengembangkan lima sektor unggulan sebagai motor pertumbuhan. Salah satu yang diprioritaskan adalah pengembangan wisata Pantai Congot Daki yang diproyeksikan menjadi sumber ekonomi baru.

“Potensi Desa Sumberejo meliputi pertanian, perikanan, peternakan, serta pariwisata. Dari sektor-sektor tersebut, kami mengembangkan lima potensi unggulan, termasuk Pantai Congot Daki yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujar Agung lewat keterangan resmi BRI, Jumat 24 April 2026.

Sementara itu, aktivitas ekonomi masyarakat juga ditopang sektor perikanan yang menjadi tulang punggung sumber penghidupan.

Hasil laut yang melimpah di Desam Sumberejo pada musim tertentu, dapat berkontribusi signifikan terhadap pendapatan masyarakat pesisir.

Di sisi lain, geliat UMKM dilaporkan terus menguat seiring pemanfaatan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.

Berbagai produk olahan UMKM seperti keripik singkong, keripik pisang, hingga jamu tradisional mulai memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Penguatan ekonomi desa ini turut didorong oleh peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur Abadi.

Didirikan pada 2017, BUMDes ini mengembangkan berbagai unit usaha, termasuk layanan percetakan yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus memudahkan akses layanan bagi masyarakat.

Terkait pembiayaan, dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI turut meningkatkan produktivitas pelaku usaha, termasuk nelayan, melalui akses permodalan dan peralatan yang lebih modern.

Transformasi digital juga ikut membangun kemajuan desa. Melalui layanan AgenBRILink, masyarakat setempat dapat melakukan transaksi keuangan seperti setor-tarik tunai, pembayaran, hingga QRIS dengan lebih cepat dan praktis.

Digitalisasi lewat AgenBRILink ikut memperkuat inklusi keuangan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan ekonomi desa.

Upaya tersebut diperkuat melalui program Desa BRILiaN yang mengusung pengembangan desa berbasis empat pilar utama, yakni penguatan kelembagaan ekonomi, digitalisasi, keberlanjutan, sampai inovasi masyarakat.

Corporate Secretary BRI, Dhanny mengatakan, komitmen perseroan dalam mendukung ekonomi desa.

“Melalui program Desa BRILiaN, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan literasi keuangan masyarakat desa. Kami percaya bahwa penguatan ekosistem ekonomi berbasis potensi lokal menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sinergi antara potensi lokal, peran masyarakat, dan dukungan perbankan menjadikan Desa Sumberejo kian mengarah sebagai desa mandiri.

Penguatan sektor unggulan, digitalisasi, dan pengembangan UMKM sukses menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan tersebut. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.