Logo
>

Malaysia Luncurkan Kebijakan Pasar Karbon

Peluncuran kebijakan ini dinilai menjadi sinyal kuat komitmen Malaysia dalam membangun ekosistem pasar karbon yang kredibel, transparan, dan berintegritas

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Malaysia Luncurkan Kebijakan Pasar Karbon
Malaysia Luncurkan Kebijakan Pasar Karbon

KABARBURSA.COM – Pemerintah Malaysia resmi meluncurkan National Carbon Market Policy (NCMP) sebagai kerangka pengembangan pasar karbon nasional pada 21 April 2026.

Kebijakan ini diluncurkan oleh Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, sebagai bagian dari upaya memperkuat aksi iklim sekaligus mendorong transformasi ekonomi rendah karbon. NCMP mencakup pengembangan pasar karbon baik untuk skema sukarela maupun kepatuhan.

Peluncuran kebijakan ini dinilai menjadi sinyal kuat komitmen Malaysia dalam membangun ekosistem pasar karbon yang kredibel, transparan, dan berintegritas, sekaligus membuka peluang investasi hijau di masa depan.

Malaysia Carbon Market Association (MCMA)—asosiasi pelaku pasar, menyatakan, dukungannya terhadap kebijakan tersebut dan menilai NCMP sebagai langkah penting dalam menciptakan pasar karbon yang lebih terstruktur dan menarik bagi investor.

Presiden MCMA, Dr. Renard Siew, mengatakan kebijakan ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan mekanisme harga karbon dan pembiayaan iklim. “Peluncuran National Carbon Market Policy mencerminkan kepemimpinan yang kuat dan langkah tepat waktu dari Kementerian NRES dalam membentuk ekosistem pasar karbon yang terstruktur, menarik investasi, dan dapat dipercaya,” ujar Renard dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com, dikutip Jumat, 24 April 2026.

Ia menambahkan bahwa NCMP dapat mempercepat penurunan emisi sekaligus mendorong aliran dana ke proyek-proyek rendah karbon. “MCMA telah lama mendukung pengembangan mekanisme harga karbon yang kuat, dan kami melihat NCMP sebagai fondasi penting untuk mendorong penurunan emisi secara nyata serta memobilisasi pembiayaan iklim,” lanjutnya.

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah Malaysia juga mengakui peran MCMA dan ASEAN Common Carbon Framework (ACCF) dalam mendorong interoperabilitas pasar karbon di kawasan. Hal ini dinilai penting untuk menyelaraskan pasar karbon domestik dengan agenda regional, terutama dalam konteks kepemimpinan Malaysia di ASEAN pada 2025.

MCMA menilai kebijakan ini berpotensi membuka peluang investasi hijau, mendorong inovasi rendah karbon, serta membantu transisi industri tanpa mengurangi daya saing nasional. Namun, asosiasi tersebut menekankan pentingnya pengawasan yang kuat, transparansi, serta keselarasan dengan standar internasional guna menjaga integritas lingkungan dan mencegah praktik greenwashing.

Sebagai asosiasi industri, MCMA menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi kebijakan ini melalui kontribusi keahlian teknis, penguatan kapasitas, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami berharap dapat bekerja sama erat dengan Kementerian NRES dan para anggota untuk memastikan NCMP dapat diimplementasikan secara nyata, sehingga pasar karbon Malaysia menjadi kredibel, inklusif, dan dapat diakses oleh semua pihak,” kata Renard.

MCMA merupakan organisasi nirlaba yang beranggotakan pelaku dalam ekosistem pasar karbon di Malaysia, yang berperan dalam menjembatani komunikasi antara industri dan pemerintah serta mendorong pengembangan pasar karbon yang efisien dan berintegritas.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".