Logo
>

RI Raup Komitmen Investasi USD35,5 Miliar untuk Ekonomi Hijau

Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan infrastruktur energi bersih berskala besar

Ditulis oleh Ayyubi Kholid
RI Raup Komitmen Investasi USD35,5 Miliar untuk Ekonomi Hijau
Menteri Koordinator Airlangga Beri Sambutan Dalam Acara IAI 2025. Foto: Yubi/KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan langkah strategis Indonesia dalam memperkuat ekonomi hijau serta memperluas transformasi digital sebagai dua mesin pertumbuhan baru.

    Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan pembangunan infrastruktur energi bersih berskala besar. 

    “Dalam ekonomi hijau, Indonesia berencana membangun super grid hijau sepanjang 70.000 km sebagai bagian dari proyek jaringan listrik dan pipa gas ASEAN,” ujarnya dalam Pembukaan HUT IAI dan Pertemuan Akuntan Sedunia di Jakarta, Rabu 3 Desember 2025.

    Ia juga menegaskan besarnya potensi penyimpanan karbon yang dimiliki Indonesia. “Indonesia juga memiliki potensi carbon capture and storage (CCS) sebesar 600 gigaton—cukup untuk menyerap emisi karbon seluruh Australia, bahkan Jepang, Korea, dan Taiwan,” kata Airlangga.

    Sejumlah investor global telah menyatakan keseriusannya. “Jepang, BP, dan ExxonMobil telah berkomitmen berinvestasi sekitar USD15 miliar dalam proyek ini,” jelasnya. 

    Selain itu, pemerintah juga melanjutkan program transisi energi. “Indonesia juga meluncurkan program Just Energy Transition Partnership (JETP) dengan komitmen pendanaan sebesar USD20 miliar,” tambahnya.

    Tidak hanya itu, pemerintah mempercepat proyek pengolahan sampah menjadi energi. 

    “Pembangunan PLTSa (waste-to-energy) juga berlangsung di beberapa lokasi, dan Jepang telah berkomitmen membiayai USD500 juta untuk proyek tersebut di W. Maluku,” kata Airlangga.

    RI Butuh 12 Juta Talenta Digital untuk Capai Potensi USD800 Miliar

    Airlangga kemudian menekankan bahwa digitalisasi akan menjadi penggerak pertumbuhan berikutnya. “Mesin ekonomi berikutnya adalah ekonomi digital,” ujarnya. 

    Menurutnya, sektor tradisional tidak lagi mampu memberikan lonjakan signifikan “Pertumbuhan sektor tradisional bersifat linear, sehingga pertumbuhan ekstra harus datang dari sektor digital,” sambungnya.

    Saat ini, Indonesia telah mencatat perkembangan positif. 

    “Ekonomi digital Indonesia saat ini bernilai sekitar USD90 miliar dan diproyeksikan mencapai USD360 miliar pada 2030,” kata Airlangga. 

    Ia menambahkan bahwa kerja sama kawasan dapat mempercepat pertumbuhan tersebut. 

    “Namun, apabila seluruh negara ASEAN menerapkan kerangka kerja Digital Economic Framework Agreement (DEFA), ekonomi digital ASEAN dapat mencapai USD2 triliun pada 2030, dan Indonesia diperkirakan menyumbang 40% atau sekitar USD800 miliar,” jelasnya.

    Untuk memanfaatkan peluang tersebut, pemerintah menilai kebutuhan talenta digital menjadi sangat penting. 

    “Untuk mencapai peluang tersebut, Indonesia membutuhkan 12 juta talenta digital,” tegas Airlangga. 

    Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skema pembangunan sumber daya manusia. “Karena itu, pendidikan, pelatihan AI, dan program magang menjadi sangat penting,” ujarnya.

    Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah telah meluncurkan program khusus untuk mempercepat pembentukan tenaga digital. 

    “Presiden telah meluncurkan program magang untuk 100.000 lulusan baru. Sebagian mahasiswa Indonesia kini tengah magang di Delft selama enam bulan dengan biaya ditanggung pemerintah, dan program ini diharapkan dapat diperluas,” kata dia.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Ayyubi Kholid

    Bergabung di Kabar Bursa sejak 2024, sering menulis pemberitaan mengenai isu-isu ekonomi.