INFOGRAFIS Batu Bara Global Bearish, Pasokan RI Tahan Koreksi
KABARBURSA.COM - Harga batu bara global masih bergerak bearish seiring melemahnya permintaan dari China dan India serta penurunan impor Asia, sementara ketidakpastian pasokan dari Indonesia turut membentuk dinamika pasar. Pada perdagangan Selasa, 16 Desember 2025, kontrak Newcastle Desember 2025 tertahan di level USD108,6 per ton, sedangkan kontrak Januari–Februari 2026 turun ke kisaran USD106,6 per ton, sementara harga Rotterdam di Eropa bahkan berada di bawah USD100 per ton di USD95,65 per ton, menegaskan proses repricing permintaan jangka menengah batu bara termal. Reuters mencatat pengiriman global batu bara termal pada 2025 diperkirakan turun 5 persen secara tahunan menjadi sekitar 945 juta ton, penurunan pertama sejak 2020, didorong transisi energi, perlambatan ekonomi, dan meningkatnya bauran energi terbarukan, dengan data Kpler mengindikasikan volume ekspor global berpotensi telah mencapai puncak. Di tengah sentimen negatif tersebut, Indonesia justru menjadi penahan kejatuhan harga karena ketidakpastian kuota produksi 2026, wacana pengetatan ekspor, pajak ekspor, dan DMO yang membuat pasokan ke pasar spot tertahan, sehingga pelemahan harga cenderung bersifat bertahap, bukan sell-off tajam. Kondisi ini tercermin pada saham batu bara di Bursa Efek Indonesia, di mana ITMG terkoreksi 5,24 persen dalam sebulan terakhir ke level 21.250 dengan volume rendah, mencerminkan minimnya minat beli akibat sensitivitas margin terhadap harga global, sementara PTBA turun lebih terbatas 2,56 persen ke 2.280 dengan karakter defensif sebagai BUMN berorientasi domestik. Secara keseluruhan, pelemahan saham batu bara mencerminkan penyesuaian ekspektasi jangka menengah, dengan potensi konsolidasi defensif berlanjut selama permintaan global belum pulih dan kebijakan produksi Indonesia masih belum jelas.