Logo
>

IHSG Menguat ke 9.045 di Tengah Tekanan Asing, Saham Asuransi hingga Energi Jadi Motor

IHSG rebound ke level 9.045 pada perdagangan Kamis meski investor asing masih mencatatkan aksi jual. Penguatan ditopang saham asuransi, energi, dan dominasi beli investor domestik.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Menguat ke 9.045 di Tengah Tekanan Asing, Saham Asuransi hingga Energi Jadi Motor
IHSG menguat ke 9.045 di tengah net foreign sell. Saham asuransi dan energi memimpin penguatan, sementara investor domestik jadi penopang pasar. Foto: IDX Channel

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, setelah sempat berada dalam tekanan cukup dalam pada sesi sebelumnya. IHSG ditutup naik 35,46 poin atau 0,39 persen ke level 9.045,79, meski tekanan jual investor asing masih membayangi pergerakan pasar secara keseluruhan.

    Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 9.039,60 hingga 9.058,35, dengan pembukaan di area 9.010. Total volume transaksi tercatat mencapai 18,85 miliar saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp1,00 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 102,68 ribu kali. Aktivitas transaksi didominasi oleh investor domestik yang menguasai 72,99 persen perdagangan, sementara porsi investor asing berada di kisaran 27,01 persen.

    Meski IHSG berhasil rebound secara teknikal, arus dana asing masih mencatatkan tekanan jual. Investor asing membukukan foreign sell sebesar Rp10,20 triliun, sementara foreign buy tercatat Rp8,30 triliun. Dengan demikian, pasar mencatatkan net foreign sell sebesar Rp1,90 triliun di seluruh pasar dan Rp1,88 triliun di pasar reguler. Data ini menunjukkan penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh aksi beli investor domestik.

    Dari jajaran saham penguat, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) sektor keuangan mencatat lonjakan signifikan dengan kenaikan 29,63 persen ke level 140. Saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) sektor energi dan kontraktor pertambangan turut menguat 24,77 persen ke harga 1.385. Penguatan juga terjadi pada PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) sektor industri dasar yang naik 24,00 persen ke level 310, serta PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sektor energi yang melonjak 19,87 persen ke harga 13.725. Sementara itu, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) sektor barang konsumsi non-siklikal menguat 19,13 persen ke level 137.

    Di sisi sebaliknya, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi kecil. PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) sektor properti melemah 8,85 persen ke level 350. Penurunan serupa dialami PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) sektor energi yang turun 8,85 persen ke 474. Saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) sektor teknologi terkoreksi 8,77 persen ke level 208, disusul PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) sektor infrastruktur yang turun 8,70 persen ke 210, serta PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) sektor keuangan yang melemah 8,57 persen ke harga 96.

    Secara sektoral, hampir seluruh indeks sektoral bergerak di zona hijau. Sektor infrastruktur mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,85 persen, diikuti sektor transportasi yang naik 0,86 persen dan sektor kesehatan yang menguat 0,80 persen. Sektor energi naik 0,51 persen, sektor properti menguat 0,49 persen, sementara sektor teknologi mencatat kenaikan tipis 0,25 persen. Satu-satunya sektor yang berada di zona merah adalah sektor industri dasar yang turun 0,10 persen.

    Dari sisi teknikal, analis MNC Sekuritas menyampaikan bahwa IHSG sebelumnya telah terkoreksi 1,36 persen dan kini diperkirakan berada di awal wave iv dari wave 5. Kondisi ini membuat IHSG masih rentan melanjutkan koreksi lanjutan ke area 8.710 hingga 8.887 jika tekanan jual kembali meningkat. Namun demikian, selama IHSG mampu bertahan di atas area support 8.956 hingga 8.905, peluang penguatan jangka pendek masih terbuka dengan target pengujian di rentang 9.026 hingga 9.054. Kombinasi tekanan asing dan dominasi beli investor domestik akan menjadi faktor penentu arah IHSG dalam beberapa hari perdagangan ke depan.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Desty Luthfiani

    Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

    Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

    Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

    Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".