Logo

INFOGRAFIS Gold Rush 2026: Peluang dan Risiko

Terbit pada 14 January 2026 Oleh: Redaksi KabarBursa.com
INFOGRAFIS Gold Rush 2026: Peluang dan Risiko

KABARBURSA.COM  - Di tengah reli emas yang mencetak rekor baru pada 2026, Goldman Sachs memperingatkan investor agar tidak terjebak euforia logam mulia sebagai pelindung nilai, dengan menekankan bahwa emas memiliki riwayat koreksi tajam—bahkan pernah anjlok hingga sekitar 70 persen—serta volatilitas yang kerap melampaui saham AS, sementara efektivitasnya melawan inflasi hanya terbukti pada sebagian periode panjang; sebaliknya, obligasi pemerintah AS dan ekuitas dinilai lebih konsisten meredam guncangan dan mengungguli inflasi, kata Kepala Tactical Asset Allocation Goldman Sachs Brett Nelson, di tengah derasnya arus dana ke SPDR Gold Shares yang menarik sekitar US$950 juta dalam sehari dan mencatat arus bersih masuk sepanjang 2026, meski pandangan ini berseberangan dengan Wells Fargo Investment Institute yang masih melihat ruang apresiasi emas didukung tensi geopolitik, pembelian bank sentral, dan ekspektasi penurunan suku bunga; pada saat bersamaan, bursa saham AS tetap mencetak rekor dengan Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 menembus level tertinggi, meski dibayangi isu independensi The Fed terkait penyelidikan terhadap Jerome Powell, sementara Goldman menegaskan posisi overweight pada saham AS karena prospek laba korporasi dinilai masih menopang arah indeks ke depan.