INFOGRAFIS Harga Minyak Naik, Sanksi Rusia Jadi Pemicu
KABARBURSA.COM - Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 18 November 2025, seiring pasar menimbang dampak sanksi Barat terhadap aliran minyak Rusia dan sentimen politik di Amerika Serikat. Minyak mentah Brent naik 1,07 persen ke level USD64,89 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,39 persen ke USD60,74 per barel, bahkan sempat menyentuh USD60,92 setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya proses wawancara calon Ketua Federal Reserve baru, di tengah kritiknya terhadap Jerome Powell yang mempertahankan suku bunga tinggi. Peluang penurunan biaya pinjaman dinilai berpotensi mendongkrak permintaan minyak, sementara sanksi AS terhadap Rosneft dan Lukoil sejak Oktober disebut telah menekan pendapatan migas Rusia dan berpotensi mengurangi ekspor secara bertahap. Di sisi lain, pelabuhan Novorossiysk di Rusia kembali beroperasi setelah sempat menghentikan pemuatan sekitar 2,2 juta barel per hari akibat serangan rudal dan drone Ukraina, yang sebelumnya memicu lonjakan harga lebih dari 2 persen. Goldman Sachs memproyeksikan harga minyak cenderung tertekan hingga 2026 karena surplus pasokan global, namun membuka peluang Brent menembus di atas USD70 per barel pada 2026/2027 jika penurunan produksi Rusia berlangsung lebih tajam.