INFOGRAFIS Tarif Trump Tekan Bitcoin
KABARBURSA.COM - Harga Bitcoin terkoreksi tajam pada Minggu malam, 18 Januari 2026, setelah rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memberlakukan tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa memicu gelombang aksi risk-off di pasar global, mendorong investor melepas aset berisiko termasuk kripto. Mengutip Reuters, pengumuman tarif impor tambahan tersebut memperburuk sentimen saat perdagangan dibuka, membuat Bitcoin anjlok hampir USD4.000 dalam waktu kurang dari dua jam dari kisaran USD95.500 ke level terendah intraday sekitar USD91.935, sekaligus memicu likuidasi paksa lebih dari USD500 juta posisi long ber-leverage dalam satu jam. Hingga Selasa pagi waktu Asia, Bitcoin masih bergerak terbatas di sekitar USD92.600 atau turun sekitar 2,5 persen dalam 24 jam terakhir. Tekanan pasar kian diperparah oleh meningkatnya ketidakpastian kebijakan, menyusul rencana tarif 10 persen hingga 25 persen terhadap delapan negara Eropa yang dikaitkan Trump dengan isu Greenland, serta agenda Mahkamah Agung AS yang akan memutus kewenangan presiden dalam penetapan tarif darurat. Di tengah situasi tersebut, investor beralih ke aset aman dengan emas melonjak ke rekor tertinggi baru, sementara Bitcoin kembali menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap guncangan makro dan geopolitik global, meski secara teknikal masih bertahan di atas level terendah mingguan dengan kapitalisasi pasar sekitar USD1,85 triliun dan volume transaksi harian mencapai USD32 miliar.