KABARBURSA.COM - Di tengah harga yang masih berkutat di level Rp434, mayoritas analis mempertahankan optimisme terhadap prospek emiten nikel dan bahan baku baterai kendaraan listrik PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)..
Dari 16 analis yang memantau MBMA, sebanyak 14 memberikan rekomendasi buy. Hanya satu yang menyarankan hold, dan satu lainnya memilih sell. Tidak hanya itu, konsensus menghasilkan target harga rata-rata di Rp817 per saham, dengan proyeksi tertinggi mencapai Rp1.000 dan estimasi terendah Rp580.
Sebuah target yang tinggi jika dibandingkan dengan harga penutupan terakhir di Rp434, potensi kenaikan menuju target rata-rata tersebut mencapai lebih dari 88 persen. Angka ini biasanya sangat menarik bagi investor jangka menengah maupun panjang.
MBMA memang berhasil ditutup menguat 0,46 persen ke level Rp434. Penguatan tersebut juga diikuti munculnya volume pembelian yang relatif lebih baik dibanding beberapa sesi sebelumnya dan memberikan indikasi bahwa minat beli mulai kembali masuk.
Struktur orderbook berkata lain. Tekanan belum hilang. Total antrean bid tercatat sekitar 230 ribu lot, sementara antrean offer mencapai sekitar 255 ribu lot. Selisih ini memang tidak terlalu jauh, tetapi tetap memperlihatkan bahwa pelaku pasar yang ingin menjual saham masih sedikit lebih dominan dibanding mereka yang ingin membeli.
Kondisi tersebut membuat ruang kenaikan jangka pendek berpotensi tidak berlangsung secara mulus. Setiap kenaikan harga kemungkinan masih akan bertemu aksi ambil untung dari investor yang sebelumnya terjebak di level lebih tinggi.
Asing Masih Pilih Jual
Hal serupa juga terlihat dari aktivitas investor asing. Nilai Foreign Buy tercatat sekitar Rp21,9 miliar, sedangkan Foreign Sell mencapai Rp27,9 miliar. Artinya, masih terdapat net foreign sell meskipun nilainya tidak terlalu besar.
Sinyal ini menunjukkan bahwa investor institusi belum melakukan akumulasi agresif, sehingga kenaikan harga masih lebih banyak ditopang oleh pelaku pasar domestik.
Dari sisi teknikal, MBMA diperkirakan sedang berada pada bagian wave [v] dari wave C dari wave (B). Fase ini umumnya masih memberikan peluang kenaikan lanjutan, tetapi biasanya diwarnai fluktuasi yang cukup tinggi sebelum membentuk arah tren berikutnya.
Karena itu, strategi yang lebih bijak bukanlah mengejar harga di level saat ini. Area 390 hingga 418 justru menjadi zona yang lebih menarik untuk melakukan akumulasi secara bertahap.
Kawasan tersebut berpotensi menjadi area support yang menawarkan rasio risiko dan imbal hasil yang lebih seimbang dibanding membeli setelah harga bergerak naik.
Investor yang memiliki orientasi jangka pendek dapat mulai memperhatikan area tersebut apabila terjadi koreksi sehat. Sementara investor jangka menengah dapat menggunakan strategi bertahap atau scaling in sehingga tidak seluruh modal ditempatkan pada satu harga.
Perhatikan Area Stop Loss
Selama harga masih mampu bertahan di atas level stop loss Rp374, peluang menuju target teknikal Rp472 masih terbuka. Apabila momentum positif berlanjut dan volume transaksi terus meningkat, bukan tidak mungkin MBMA akan menguji target berikutnya di kisaran Rp520.
Namun investor juga perlu mengingat bahwa target analis di Rp817 merupakan proyeksi berbasis fundamental yang umumnya memiliki horizon investasi lebih panjang. Target tersebut bukan berarti harga akan bergerak lurus ke atas dalam waktu singkat.
Justru perjalanan menuju level tersebut kemungkinan akan diwarnai koreksi, konsolidasi, hingga perubahan sentimen global, terutama yang berkaitan dengan harga nikel, permintaan kendaraan listrik, dan perkembangan industri baterai.
Dengan kata lain, optimisme analis memang memberikan fondasi yang kuat bagi prospek MBMA. Dukungan 14 rekomendasi buy menunjukkan keyakinan bahwa valuasi saham ini masih menarik.
Namun tekanan offer sedikit lebih tebal dan arus dana asing yang belum sepenuhnya berbalik.
Alih-alih mengejar kenaikan sesaat, menunggu harga bergerak ke area akumulasi Rp390-Rp418 dapat menjadi strategi yang lebih rasional. Pendekatan ini memberikan ruang yang lebih aman apabila volatilitas kembali meningkat, sekaligus membuka peluang memperoleh potensi keuntungan yang lebih optimal ketika momentum positif benar-benar terbentuk.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.