Logo
>

Diborong Internal, Asing Masih Ragu BRMS: Apa Strategi Terbaik Besok?

Direksi BRMS kompak menambah kepemilikan saham di tengah koreksi tajam, tetapi investor asing belum menunjukkan akumulasi yang konsisten. Simak strategi trading BRMS untuk perdagangan berikutnya.

Ditulis oleh Yunila Wati
Diborong Internal, Asing Masih Ragu BRMS: Apa Strategi Terbaik Besok?
Sejak awal Juni, BRMS terus meluncur dari 605 di awal pekan menjadi 510 pada penutupan perdagangan terakhir atau turun sekitar 15 persen. (Foto: dok BRMS)

KABARBURSA.COM – Aksi penyelamatan nampak jelas pada pergerakan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Aksi internal, baik dari jajaran direktur hingga dewan komisaris, yang memborong saham di level rendah, menarik diperhatikan.

Sejak awal Juni, harga terus meluncur dari 605 di awal pekan menjadi 510 pada penutupan perdagangan terakhir atau turun sekitar 15 persen.

Salah satunya adalah Direktur BRMS sekaligus Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Adrian Wicaksono. Pada 2 hingga 3 Juni 2026, Adrian mengakumulasi 810 ribu lembar saham BRMS melalui tiga transaksi di harga 580, 530, dan 500 per saham. 

Langkah tersebut menambah daftar jajaran direksi yang memiliki saham BRMS, setelah sebelumnya Charles Daniel Gobel menguasai 1,35 juta lembar dan Herwin Wahyu Hidayat memiliki sekitar 2,32 juta lembar.

Aksi insider buying seperti ini umumnya dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka menengah hingga panjang. Mereka tentu memiliki pemahaman yang lebih dalam mengenai perkembangan bisnis, proyek, maupun potensi fundamental BRMS.

Namun, pasar tidak seoptimis itu. Jika melihat data transaksi empat hari terakhir, investor asing justru masih menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati. 

Pada 3 Juni sempat terjadi net foreign buy sebesar Rp35,07 miliar, tetapi sehari sebelumnya asing mencatat net sell Rp42,25 miliar dan pada 4 Juni kembali melepas saham senilai Rp13,96 miliar.

Baru pada 5 Juni muncul sedikit perubahan arah, di mana Foreign Buy mencapai Rp54,83 miliar sementara Foreign Sell Rp50,55 miliar sehingga menghasilkan net foreign buy sekitar Rp4,29 miliar. Nilai tersebut memang positif, tetapi masih terlalu kecil untuk disebut sebagai gelombang akumulasi yang kuat.

Artinya, saat insider mulai berani mengambil posisi, investor institusi asing masih memilih mengamati pergerakan harga sambil menunggu tekanan jual mereda.

Peluang Technical Rebound Masih Ada

Dari sisi teknikal, kondisi tersebut juga masih sejalan dengan proyeksi bahwa BRMS sedang memasuki fase awal wave 4 dari wave (C), yaitu fase koreksi yang biasanya diwarnai volatilitas tinggi sebelum membentuk fondasi kenaikan berikutnya.

Level 510 menjadi area psikologis yang cukup penting karena merupakan harga penutupan terakhir sekaligus batas atas area akumulasi. Selama harga masih bertahan di kisaran 494-510, peluang terjadinya technical rebound masih terbuka.

Investor juga perlu memperhatikan bahwa volume transaksi turun menjadi 2,31 juta lot dari 4,41 juta lot sehari sebelumnya. Penurunan volume ini menunjukkan tekanan jual mulai berkurang, meski belum sepenuhnya hilang. 

Kondisi tersebut berpotensi menjadi sinyal awal bahwa fase distribusi mulai mereda, tetapi konfirmasi pembalikan tren masih membutuhkan masuknya volume beli yang lebih besar.

Untuk perdagangan besok, MNS Sekuritas melihat strategi yang lebih rasional adalah tetap menggunakan pendekatan buy on weakness di area 494-510, bukan mengejar harga saat pembukaan perdagangan.

Apabila BRMS mampu mempertahankan area support tersebut dan diikuti peningkatan volume serta net foreign buy yang lebih konsisten, peluang menuju target teknikal 610 hingga 660 akan semakin terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi hingga harga turun di bawah 482, maka skenario koreksi masih berlanjut sehingga disiplin menjalankan stop loss menjadi langkah yang perlu diutamakan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79