KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, belum mampu memberikan sinyal pemulihan yang meyakinkan. Harga memang hanya terkoreksi 10 poin atau 0,36 persen ke level 2.750, namun antrean tebal di sisi offer orderbook tidak bisa diabaikan.
Sepanjang sesi perdagangan, ANTM sempat bergerak di rentang 2.710 hingga 2.910 sebelum akhirnya ditutup di bawah harga pembukaan 2.850. Volume transaksi mencapai sekitar 737,5 miliar dengan frekuensi lebih dari 44 ribu kali. Minat pasar memang masih tinggi, sayangnya didominasi oleh distribusi.
Dari struktur order book, total antrean bid hanya sekitar 184 ribu lot. Sementara, antrean offer mencapai lebih dari 338 ribu lot atau hampir dua kali lipat lebih besar. Ketimpangan tersebut mengindikasikan masih adanya tekanan jual yang berpotensi membatasi ruang kenaikan pada perdagangan berikutnya.
Di sisi lain, nilai Foreign Buy yang berada di kisaran Rp166,3 miliar masih tertinggal dibanding Foreign Sell sebesar Rp336,1 miliar. Arus dana asing yang masih mencatatkan net sell memperkuat indikasi bahwa pelaku pasar institusi belum sepenuhnya kembali melakukan akumulasi di saham emiten tambang pelat merah tersebut.
Akumulasi Bertahap di Area 2.690-2.740
Secara teknikal, kondisi ini masih sejalan dengan proyeksi bahwa ANTM sedang memasuki fase awal wave 4 dari wave (C), yaitu fase koreksi yang umumnya dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi bertahap sebelum potensi kelanjutan tren naik berikutnya.
Untuk perdagangan esok hari, 8 Juni 2026, MNC Sekuritas dalam risetnya melihat area 2.690 hingga 2.740 masih menjadi zona yang menarik untuk strategi buy on weakness. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound menuju resistance psikologis 2.800 masih terbuka.
Namun, mengingat tekanan offer masih cukup dominan, kenaikan diperkirakan berlangsung secara bertahap dan berpotensi menghadapi aksi ambil untung di setiap level resistance terdekat. Konfirmasi penguatan baru akan terlihat apabila ANTM mampu kembali menembus 2.800 dengan volume yang meningkat dan antrean bid mulai mengimbangi sisi offer.
Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut hingga membawa harga turun di bawah 2.630, maka disiplin menerapkan stop loss menjadi langkah yang perlu diprioritaskan.
Dengan kata lain, strategi terbaik untuk perdagangan esok hari bukanlah mengejar harga saat pembukaan, melainkan menunggu pelemahan menuju area akumulasi yang telah ditentukan.
Selama support tetap terjaga, peluang menuju target 3.020 hingga 3.200 masih berada dalam skenario utama, meski jalan menuju level tersebut kemungkinan akan diwarnai volatilitas yang cukup tinggi.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.