KABARBURSA.COM – Anak usaha PT Timah (Persero) Tbk atau dalam kode saham TINS di sektor properti, PT Timah Karya Persada Properti (TKPP), meluncurkan cluster hunian terbaru bertajuk Nawasena di kawasan Familia Urban, Mustikasari, Kota Bekasi, pada Rabu, 15 April 2026.
Proyek tersebut diklaim menjadi bagian dari strategi perseroan memperluas portofolio bisnis properti dengan menyasar segmen keluarga muda dan generasi milenial.
Komisaris TKPP, Luh Nyoman Puspa Dewi, menyebut peluncuran Cluster Nawasena menandai pengembangan cluster ke-10 di kawasan terpadu Familia Urban yang memiliki luas sekitar 176 hektare. Kehadiran proyek itu dinilainmelanjutkan capaian penjualan cluster sebelumnya yang telah terserap pasar, sekaligus mencerminkan optimisme perusahaan terhadap permintaan hunian di wilayah penyangga ibu kota.
Dewi, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan hunian bernilai tambah bagi masyarakat.
“Cluster Nawasena merupakan wujud komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk melalui Timah Properti untuk terus menghadirkan pengembangan kawasan hunian yang memiliki nilai tambah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 16 April 2026.
Ia menambahkan, kebutuhan akan hunian modern yang terintegrasi dan ramah lingkungan terus meningkat, sehingga pengembangan kawasan seperti Nawasena menjadi relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Dari sisi konsep, TKPP mengusung pengembangan kawasan dengan pendekatan walkable neighborhood, di mana berbagai fasilitas dapat diakses dalam radius sekitar 800 meter atau sekitar 10 menit berjalan kaki.
Konsep ini dipadukan dengan prinsip keberlanjutan melalui efisiensi energi, sistem drainase ramah lingkungan, serta penyediaan ruang terbuka hijau.
Direktur TKPP, Candra Hadiqadriman, menegaskan bahwa proyek ini dirancang tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga fungsi dan kenyamanan bagi penghuni.
“Kami menghadirkan hunian yang tidak hanya menarik secara desain, tetapi juga nyaman, fungsional, ramah lingkungan, dan memiliki nilai investasi,” kata Candra.
Secara desain, kata dia, Cluster Nawasena mengusung arsitektur modern dengan penekanan pada pencahayaan alami, sirkulasi udara yang optimal, serta tata ruang yang efisien. Konsep ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan ruang hidup keluarga masa kini yang dinamis.
Dari sisi produk, cluster ini menawarkan dua tipe rumah satu lantai, yakni tipe 5 dengan luas bangunan 36 meter persegi dan luas tanah mulai 60 meter persegi, serta tipe 6 dengan luas bangunan 45 meter persegi dan luas tanah mulai 72 meter persegi.
Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi, dengan harga mulai dari Rp600 juta hingga Rp1 miliar.
Selain hunian, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti akses privat menuju jalan tol, area komunal, jogging track, taman bermain, serta sistem keamanan 24 jam dengan konsep cluster. Dari sisi konektivitas, lokasi proyek terhubung dengan sejumlah akses tol utama di Bekasi.
Kawasan Familia Urban juga berada dekat dengan berbagai fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan dan layanan kesehatan, yang menjadi salah satu faktor pendukung daya tarik bagi calon konsumen.
Kepala Divisi Pemasaran dan Promosi TKPP, Suhendra Sanusi, menyatakan optimisme terhadap respons pasar terhadap proyek ini.
“Kami optimistis hunian ini diminati, khususnya oleh keluarga muda yang mencari rumah modern di kawasan Bekasi,” ujarnya.
Sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), TKPP juga melakukan penanaman 100 pohon trembesi di area pengembangan. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menciptakan kawasan hunian yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Melalui peluncuran Cluster Nawasena, TKPP sebagai anak usaha TINS menegaskan posisinya dalam pengembangan properti berbasis kawasan terpadu, sekaligus memperluas diversifikasi bisnis induk usaha di luar sektor pertambangan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.