KABARBURSA.COM – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mulai memperkuat tata kelola distribusi BBM subsidi melalui pemanfaatan aplikasi digital XStar. Sistem ini diklaim membuat penyaluran BBM subsidi menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses oleh sektor-sektor strategis seperti perikanan, pertanian, UMKM, hingga pelayanan umum.
Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief mengatakan, aplikasi XStar dikembangkan sebagai solusi digital untuk mempermudah proses pengajuan Surat Rekomendasi bagi kelompok masyarakat yang berhak memperoleh BBM subsidi.
Menurut dia, sistem ini dirancang agar mekanisme penyaluran subsidi tidak hanya lebih praktis, tetapi juga lebih akurat dalam pengawasan volume dan peruntukannya.
“Penjelasan terkait dengan Surat Rekomendasi yang telah disampaikan kepada masyarakat Cilacap, terutama konsumen pengguna sektor pertanian, perikanan, transportasi udara dan UMKM, tadi sudah dijelaskan oleh BPH Migas bagaimana tahapan pengusulan Surat Rekomendasi sampai mendapatkan subsidi BBM,” ujar Eman dalam keterangannya, dikutip Senin 13 April 2026.
Ia menjelaskan, XStar tidak hanya berfungsi sebagai alat pengajuan Surat Rekomendasi, tetapi juga menjadi basis data penting bagi pemerintah dan badan usaha penugasan dalam menghitung kebutuhan BBM di setiap sektor.
Dengan dukungan data yang lebih akurat, alokasi BBM dinilai bisa disusun secara lebih adil dan sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Menurut Eman, penguatan tata kelola distribusi BBM subsidi menjadi bagian dari kewajiban negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yakni menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM yang menguasai hajat hidup orang banyak. Untuk itu, wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Cilacap, telah siap sepenuhnya mengimplementasikan transmisi surat rekomendasi melalui aplikasi XStar,” katanya.
Ia menambahkan, di tengah dinamika geopolitik global, pemerintah juga terus berupaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional, termasuk memastikan penyediaan dan distribusi BBM tetap berjalan baik agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Dukungan terhadap implementasi XStar juga datang dari Komisi XII DPR RI. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto mengapresiasi pelaksanaan bimbingan teknis penggunaan aplikasi tersebut.
Menurut dia, mekanisme Surat Rekomendasi yang terintegrasi secara digital dapat memperkuat tata kelola distribusi BBM bersubsidi.
“Mekanisme Surat Rekomendasi ini sudah dijelaskan dengan sangat rinci oleh BPH Migas. Harapannya, tata kelola yang ada betul-betul menjamin bahwa BBM bersubsidi sampai kepada pihak yang berhak, karena semuanya telah diatur sedemikian rupa, baik dari sisi volume maupun peruntukannya,” ujar Sugeng.
Sementara itu, Sales Branch Manager Area Cilacap Pertamina Patra Niaga I Made Mega Adi Sanjaya mengatakan penyaluran BBM subsidi memang harus dilakukan secara tepat sasaran. Karena itu, penggunaan QR Code dalam setiap transaksi dinilai membantu proses verifikasi digital dan memastikan keakuratan data konsumen.
Dengan sistem tersebut, volume BBM subsidi yang disalurkan di wilayah Cilacap dapat dipastikan sesuai dengan peruntukan yang tercantum dalam Surat Rekomendasi.
Implementasi aplikasi XStar menunjukkan arah kebijakan pemerintah yang semakin mengandalkan digitalisasi dalam penyaluran subsidi energi. Selain menyederhanakan proses bagi masyarakat, sistem ini juga diharapkan dapat menutup celah penyalahgunaan, memperkuat basis data penerima, dan meningkatkan transparansi distribusi BBM subsidi.
Dengan pemanfaatan XStar, BPH Migas berharap distribusi BBM subsidi tidak hanya lebih tertib secara administrasi, tetapi juga benar-benar sampai kepada pihak yang berhak menerima sesuai kebijakan pemerintah.(*)