KABARBURSA.COM - Harga minyak melonjak pada perdagangan Senin, 13 April 2026 karena Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) akan memblokir kapal-kapal yang berlayar menuju atau yang dari Iran melalui Selat Hormuz.
Langkah tersebut berpotensi membatasi ekspor minyak Iran setelah Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka sempat ke level USD101,72 per barel atau naik 6,9 persen, meskipun ditutup lebih rendah 0,75 persen.
Minyak mentah West Texas Intermediate AS juga mengalami kenaikan sebanyak USD7, atau 7,2 persen menjadi USD103,55 setelah menurun 1,33 persen pada sesi sebelumnya.
Diketahui pada Minggu, 12 April 2026, Presiden Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz. Kondisi ini dapat meningkatkan ketegangan usai pembicaraan dengan Iran tidak mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang.
Ia menambahkan bahwa harga minyak dan bensin berpeluang tetap tinggi. Ini merupakan pengakuan langka tentang potensi dampak politik dari keputusannya.
"Blokade AS yang diumumkan menandai pengakuan bahwa premis utama gencatan senjata - setidaknya sebagaimana ditafsirkan oleh AS - yaitu pembukaan kembali Selat, tidak dapat dipertahankan untuk saat ini," kata Erik Meyersson, analis di bank Nordic SEB.
Komando Pusat AS mengatakan pasukan AS akan mulai menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada pukul 10 pagi hari Senin, 13 April 2026.
CENTCOM dalam sebuah pernyataan menyebut, aturan itu akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
"Termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," kata dia.
"Pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan non-Iran," tambah pernyataan itu.
Di sisi lain, Trump juga menyatakan akan memblokir kapal mana pun yang membayar tol kepada Iran. Sementara itu Garda Revolusi Iran menegaskan setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata serta akan ditindak dengan keras dan tegas. (*)