KABARBURSA.COM – Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu mendominasi daftar top value perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 29 Mei 2026. Di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), transaksi jumbo justru terkonsentrasi pada kelompok saham Barito Group.
Merujuk data yang dihimpun Kabarbursa.com, IHSG hingga pukul 15.00 WIB ditutup menguat 74,43 poin atau 1,21 persen ke level 6.204,62. Nilai transaksi seluruh pasar (all market) tercatat mencapai Rp18,98 triliun, sedangkan nilai transaksi pasar reguler mencapai Rp17,64 triliun.
Menariknya, sekitar Rp11,42 triliun transaksi pasar terkonsentrasi hanya pada 10 saham dengan nilai perdagangan terbesar. Angka tersebut setara sekitar 60,16 persen dari total transaksi all market dan 64,73 persen dari pasar reguler.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar pada perdagangan hari ini. Emiten petrokimia milik Grup Barito tersebut mencatat nilai transaksi Rp2,68 triliun meski harga sahamnya turun 3,16 persen ke level Rp1.840 per saham.
Kontribusi transaksi TPIA sendiri mencapai sekitar 14,13 persen dari total transaksi all market dan 15,20 persen dari pasar reguler.
Posisi berikutnya ditempati PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Saham energi terbarukan milik Prajogo Pangestu itu melonjak 25 persen ke level Rp3.300 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,96 triliun.
Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga masuk dalam daftar saham paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp1,30 triliun. Saham BRPT melesat 23,79 persen ke level Rp1.925.
Dominasi saham Grup Barito berlanjut melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang mencatat transaksi Rp1,02 triliun. Saham tambang tersebut naik 24,75 persen ke level Rp630.
Selain itu, PT Petrosea Tbk (PTRO) turut masuk daftar top value dengan nilai transaksi Rp832,55 miliar setelah sahamnya menguat 22,19 persen ke level Rp4.570.
Jika digabungkan, lima saham yang terafiliasi dengan Grup Barito dan Prajogo Pangestu tersebut membukukan total transaksi sekitar Rp7,81 triliun. Nilai tersebut setara sekitar 41,14 persen dari total transaksi seluruh pasar dan 44,26 persen dari transaksi reguler.
Di luar kelompok saham Barito, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar berikutnya mencapai Rp1,48 triliun. Namun berbeda dengan saham Prajogo yang mayoritas menguat tajam, BBCA justru turun 2,93 persen ke level Rp5.800.
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat nilai transaksi Rp485,77 miliar dan naik tipis 0,97 persen ke level Rp4.170.
Saham tambang PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga masuk dalam daftar top value setelah mencatat nilai transaksi Rp600,38 miliar dengan kenaikan harga 10,29 persen ke level Rp3.430.
Di sektor lain, PT Astra International Tbk (ASII) membukukan transaksi Rp564,70 miliar dan naik 0,98 persen. Sedangkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat nilai transaksi Rp485,43 miliar dengan penguatan 1,29 persen.
Pergerakan tersebut menunjukkan penguatan IHSG hari ini masih sangat ditopang kelompok saham Barito milik Prajogo Pangestu. Sementara saham-saham blue chip perbankan bergerak lebih terbatas karena BBCA justru terkoreksi dan BMRI hanya menguat tipis.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.