KABARBURSA.COM - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 54 poin ke level Rp17.333 pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026.
Penguatan ini terjadi di tengah potensi berakhirnya perang di Timur Tengah (Timteng). Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan Iran telah meninjau proposal perdamaian yang diberikan AS.
"Sambil membiarkan tuntutan utama AS agar Iran menangguhkan program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz tetap belum terselesaikan," ujar dia dalam keterangannya.
Ibrahim menyebut Presiden AS, Donald Trump percaya Iran menginginkan kesepakatan. Sumber mediasi Pakistan dan orang lain yang diberi informasi tentang pembicaraan itu mengatakan bahwa kesepakatan hampir tercapai mengenai memorandum satu halaman yang secara resmi akan mengakhiri konflik.
Media AS, Axios, melaporkan bahwa AS mengharapkan tanggapan Iran mengenai beberapa poin penting dalam 48 jam ke depan. Diklaim, ini adalah kesepakatan terdekat yang pernah dicapai kedua pihak sejak perang dimulai.
Ibrahim menambahkan fokus pasar saat ini akan tertuju pada Klaim pengangguran Awal dan pidato-pidato dari para pejabat Federal Reserve atau The Fed.
"Para pedagang juga bersiap untuk data laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan April yang akan dirilis besok hari Jumat, karena hal itu dapat menentukan langkah Fed selanjutnya terkait kebijakan suku bunga," jelas dia.
Adapun untuk perdagangan besok, Jumat, 7 Mei 2026, mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.300- Rp17.340. (*)