Logo
>

ATLA Gelar RUPS 4 Juni, Laba 2025 hingga Gaji Direksi Masuk Agenda Rapat

Pemegang saham ATLA akan membahas penggunaan laba 2025, remunerasi direksi dan komisaris, serta auditor 2026.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
ATLA Gelar RUPS 4 Juni, Laba 2025 hingga Gaji Direksi Masuk Agenda Rapat
ATLA menggelar RUPS pada 4 Juni 2026 dengan agenda pengesahan laporan keuangan 2025, penggunaan laba, remunerasi direksi, dan auditor. Foto: Dok. ATLA.

KABARBURSA.COM – PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk atau ATLA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 4 Juni 2026. Meski agenda yang dibawa tergolong rutin, sejumlah keputusan yang akan dibahas berpotensi menjadi perhatian investor karena berkaitan dengan penggunaan laba tahun buku 2025 hingga kebijakan remunerasi manajemen perseroan.

Berdasarkan pemanggilan resmi yang disampaikan perseroan, pemegang saham akan diminta memberikan persetujuan atas laporan tahunan dan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Selain itu, rapat juga akan menjadi forum bagi pemegang saham untuk mengevaluasi kinerja Direksi dan Dewan Komisaris sepanjang tahun lalu.

Dalam agenda pertama, perseroan menyebutkan salah satu mata acara rapat adalah “Persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.”

Agenda ini tidak hanya bersifat administratif. Pengesahan laporan tahunan sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban manajemen kepada pemegang saham atas berbagai keputusan bisnis yang dijalankan selama 2025. Melalui agenda tersebut, pemegang saham juga akan diminta memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab atau acquit et de charge kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan selama periode tersebut.

Namun dari seluruh agenda yang akan dibahas, perhatian investor umumnya tertuju pada keputusan mengenai penggunaan laba perusahaan. Dalam mata acara kedua, ATLA akan meminta persetujuan pemegang saham terkait hasil usaha perseroan sepanjang 2025.

“Penetapan laba rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025,” tulis manajemen ATLA dalam keterbukaan yang dilihat Jumat, 29 Mei 2026.

Keputusan ini penting karena akan menentukan arah pemanfaatan laba yang diperoleh perseroan. Hasil RUPS nantinya dapat menjadi dasar apakah keuntungan perusahaan akan dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham, ditahan untuk memperkuat struktur permodalan, atau dialokasikan untuk kebutuhan operasional dan ekspansi usaha.

Bagi investor pasar modal, agenda penggunaan laba biasanya menjadi salah satu poin yang paling ditunggu karena berkaitan langsung dengan potensi imbal hasil investasi sekaligus mencerminkan strategi pertumbuhan yang dipilih manajemen.

Selain kinerja dan laba, RUPS juga akan membahas kompensasi manajemen. Perseroan memasukkan agenda penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris sebagai salah satu mata acara yang akan diputuskan pemegang saham.

“Penetapan besarnya gaji dan tunjangan lainnya bagi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perseroan,” tulis ATLA.

Dalam praktik tata kelola perusahaan, kebijakan remunerasi sering menjadi indikator bagaimana perusahaan menyeimbangkan penghargaan terhadap kinerja manajemen dengan kepentingan pemegang saham. Investor biasanya mencermati agenda ini, terutama untuk melihat apakah struktur kompensasi yang diberikan sejalan dengan capaian operasional dan keuangan perusahaan.

RUPS juga akan membahas penunjukan akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2026. Persetujuan atas auditor eksternal dinilai penting karena berkaitan dengan kredibilitas laporan keuangan dan tingkat transparansi perusahaan kepada investor maupun pemangku kepentingan lainnya.

ATLA menjadwalkan rapat berlangsung pada 4 Juni 2026 di Wyndham Casablanca Jakarta. Pemegang saham yang berhak mengikuti rapat adalah mereka yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan.

Meski agenda yang dibahas tergolong rutin dalam siklus tahunan perusahaan terbuka, keputusan yang dihasilkan dari RUPS akan menjadi pijakan penting bagi arah kebijakan keuangan dan operasional ATLA sepanjang 2026. Investor terutama akan mencermati bagaimana perseroan mengelola laba tahun buku 2025 serta menjaga tata kelola perusahaan di tengah dinamika industri jasa penunjang migas yang masih bergerak fluktuatif.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).