Logo
>

Bank Dunia dan IMF Apresiasi Arah Kebijakan Fiskal Indonesia

Purbaya mengungkapkan bahwa IMF menyoroti ketidakpastian global yang diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Bank Dunia dan IMF Apresiasi Arah Kebijakan Fiskal Indonesia
ank Dunia dan IMF Apresiasi Arah Kebijakan Fiskal Indonesia

KABARBURSA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki bantalan fiskal yang solid saat bertemu dengan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva. Pernyataan itu mencerminkan keyakinan pemerintah terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah lanskap global yang bergejolak.

Purbaya mengungkapkan bahwa IMF menyoroti ketidakpastian global yang diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Faktor pemicunya beragam—mulai dari eskalasi geopolitik hingga fluktuasi harga energi yang sulit diprediksi.

IMF, lanjutnya, mengakui tidak memiliki kewenangan untuk meredam ketidakpastian global tersebut. Namun, lembaga itu tetap menyiapkan instrumen pendanaan bagi negara-negara yang membutuhkan dukungan likuiditas.

“Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan bantuan. Anggaran kita dalam kondisi baik, dan kita masih memiliki bantalan fiskal sekitar Rp420 triliun,” ujar Purbaya seperti dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis 16 April 2026.

Lebih jauh, Bendahara Negara itu mengungkapkan bahwa IMF memberikan perhatian khusus pada kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas di tengah tekanan eksternal. Ketahanan ini dinilai tidak muncul secara kebetulan, melainkan hasil dari penyesuaian kebijakan yang terukur.

Purbaya menjelaskan, pemerintah telah melakukan reposisi strategi fiskal sejak akhir tahun lalu. Dampaknya kini mulai terasa—ekonomi menunjukkan daya tahan yang lebih kuat, bahkan ketika harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam.

Ia menyebut, respons tersebut mendapat apresiasi dari Kristalina Georgieva. “Beliau terlihat cukup puas dengan kondisi ini,” ujarnya singkat.

Meski IMF tidak merumuskan kebijakan spesifik untuk menekan gejolak global, lembaga tersebut tetap memantau dan akan mengumumkan negara-negara yang mampu mempertahankan kinerja ekonomi secara konsisten.

Dalam konteks itu, Purbaya menyampaikan optimisme bahwa keraguan terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia mulai mereda. Kepercayaan, perlahan namun pasti, kembali terbentuk.

Selain berdialog dengan IMF, Purbaya juga menggelar pertemuan strategis dengan jajaran pimpinan Bank Dunia serta perwakilan lembaga pemeringkat internasional, termasuk S&P Global Ratings. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di mata investor global.

Ia menuturkan, sejumlah institusi internasional tersebut memberikan apresiasi terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan dinilai adaptif, namun tetap terukur.

Bank Dunia bahkan menyatakan minat untuk memperdalam kemitraan dengan Indonesia. Fokusnya tidak hanya pada pembangunan jangka panjang, tetapi juga pada upaya pengentasan kemiskinan serta pembiayaan proyek-proyek strategis di negara berkembang—sebuah sinyal kepercayaan yang kian menguat di tengah ketidakpastian global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.