KABARBURSA.COM - PT Bank Permata Tbk mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp3,6 triliun. Pencapaian Bank Pertama tahun 2025 disampaikan dalam Public Expose atau Paparan Publik yang digelar pada Kamis, 12 Maret 2026 di Jakarta.
Paparan kinerja perusahaan berkode saham BNLI tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli, Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Rudy Basyir Ahmad, serta Chief Economist Josua Pardede.
Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad mengatakan, selama ini perusahaan terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, serta fokus pada kebutuhan nasabah.
Upaya yang didukung berbagai pihak tersebut, membuat BNLI mampu menjaga performa fundamental secara positif.
“Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan. Dengan fundamental yang resilien, dukungan penuh dari Bangkok Bank, serta kepercayaan seluruh pemangku kepentingan, Permata Bank mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan serta kualitas aset yang tetap terjaga," ujarnya kepada media di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Rudy menyebutkan, perusahaan optimis dapat menjaga kinerja secara berkelanjutan serta lebih melayani kebutuhan keuangan para nasabah.
"Kami yakin dengan tetap menjaga skala dan relevansi, Permata Bank dapat terus tumbuh berkelanjutan serta menjadi bank pilihan dan utama nasabah untuk memenuhi kebutuhan finansial sehari-hari, keluarga dan bisnis mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Permata Bank selama 2025 membukukan total pendapatan sebesar Rp12,6 triliun, meningkat 3,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh lonjakan pendapatan non-bunga yang meningkat signifikan 34,1 persen yoy menjadi Rp2,6 triliun. Kinerja BNLI tersebut turut menopang pencapaian laba bersih perusahaan.
Sementara dari sisi neraca, total aset Permata Bank naik 3,6 persen yoy menjadi Rp268,3 triliun. Kemudian simpanan nasabah juga dinyatakan tumbuh sebesar 3,9 persen yoy menjadi Rp192,8 triliun.
Pertumbuhan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) tercatat meningkat 20,1 persen, sehingga rasio CASA naik menjadi 63,9 persen.
Di tengah dinamika ekonomi global dan ketegangan geopolitik, Permata Bank menyatakan tetap menjaga kondisi likuiditas dan permodalan yang tetap kuat.
Rasio Loan-to-Deposit Ratio (LDR) Permata Bank tercatat di level 84,5 persen. Sementara rasio likuiditas Basel III berada jauh di atas ketentuan minimum dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata 296,5 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 126,8 persen.
Terkait permodalan, Permata Bank juga mencatat rasio yang solid dengan Capital Adequacy Ratio(CAR) sebesar 34,6 persen dan Common Equity Tier-1 (CET-1) sebesar 26,6 persen.
Selanjutnya, penyaluran kredit Permata Bank sepanjang 2025 juga berbuah manis dengan pertumbuhan 5,5 persen yoy menjadi Rp163,3 triliun. Capaian tersebut terutama ditopang oleh segmen korporasi yang naik 11,2 persen yoy menjadi Rp99,6 triliun.
Di sisi kualitas aset, bank mampu menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) gross di level 2,1 persen, sementara Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 6,3 persen.
Permata Bank juga dalat mempertahankan tingkat pencadangan yang konservatif dengan NPL Coverage sebesar 356 persen dan LAR Coverage sebesar 118 persen.
Kini Permata Bank secara aktif melakukan restrukturisasi, litigasi, serta penjualan aset dalam penyelesaian kredit bermasalah.
Sementara untuk kontribusi Unit Usaha Syariah Permata Bank juga menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025.
Unit tersebut mencatat Laba Operasional sebelum Provisi sebesar Rp785,3 miliar, tumbuh 8,1 persen yoy.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang meningkat 6,4 persen yoy, serta konsistensi pengendalian biaya operasional.(*)