KABARBURSA.COM - Presiden RI, Prabowo Subianto, bertemu 12 pimpinan perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat, 20 Februari 2026. Pertemuan berlangsung di sela lawatan kenegaraan Presiden.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, yang turut dalam pertemuan tersebut mengatakan, di kesempatan itu Presiden Prabowo memperkenalkan Danantara kepada para CEO global.
Rosan menyebut respons investor terhadap Danantara sangat positif. “Mereka melihat Danantara berpotensi menjadi mitra strategis lokal,” ujarnya dalam keterangan resminya yang dikutip, Senin, 23 Februari 2026.
Menurut dia, kolaborasi investasi tidak hanya terbuka di Indonesia. Peluang kerja sama juga memungkinkan ekspansi ke pasar global. “Mereka merasa lebih nyaman karena bisa berinvestasi bersama,” kata Rosan.
COO Danantara, Pandu Sjahrir, menilai pertemuan dipimpin langsung Presiden memberi dampak signifikan. Ia menyebut minat investor meningkat usai dialog tersebut. “Terlihat ada tambahan minat untuk berinvestasi dan berkolaborasi,” ujarnya.
Pandu mengatakan investor mengapresiasi komitmen penguatan kepastian hukum. Menurutnya, kepastian regulasi menjadi fondasi investasi jangka panjang.
Sejumlah perusahaan mulai mempertimbangkan Danantara sebagai mitra strategis. Kehadiran Prabowo dinilai menjadi sinyal keseriusan pemerintah.
Beberapa investor bahkan mempertimbangkan membuka kantor perwakilan di Indonesia. “Mereka menilai kehadiran langsung sangat penting,” kata Pandu.
Turut juga dalam pertemuan itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie. Ia menilai pesan tata kelola perusahaan menjadi sorotan utama. “Presiden menekankan pentingnya good governance dan kepastian hukum,” ujarnya.
Anindya menambahkan pendekatan de-risking Danantara sejalan arahan Presiden. Menurutnya, strategi itu mendorong investasi gotong royong dan berkelanjutan.
Prioritaskan Energi, Infrastruktur dan Digital dalam Strategi Global
Dalam pemaparannya dalam forum investasi di Washington, D.C, Jumat kemarin, Presiden Prabowo Subianto menyatakan sektor energi, infrastruktur, dan digital menjadi prioritas investasi global Danantara Indonesia.
COO Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan fokus kemitraan global diarahkan pada sektor berdampak tinggi. “Kami membangun portofolio kelas dunia dan membuka peluang co-investment,” ujarnya.
Menurut Pandu, transfer pengetahuan menjadi bagian penting kolaborasi. Penguatan kapasitas institusi juga menjadi target jangka panjang.
Ia merinci sektor prioritas meliputi energi dan infrastruktur. Selain itu, real estat, asuransi, dan private equity turut menjadi fokus.
Media, hiburan, serta infrastruktur digital juga masuk strategi investasi. Sektor tersebut dinilai relevan bagi hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Pandu mengatakan strategi ini mengejar imbal hasil berkelanjutan. Langkah itu juga memperdalam integrasi Indonesia dalam ekosistem global. “Kemitraan memberi akses teknologi dan jaringan internasional,” katanya.
CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menekankan pentingnya kemitraan strategis. Ia menyebut pendekatan investasi tidak sekadar menarik modal masuk.
“Indonesia memasuki fase transformasi yang butuh kemitraan strategis,” ujar Rosan.
Menurutnya, Danantara ingin menjadi mitra institusional global yang aktif. Setiap investasi diarahkan selaras prioritas pembangunan nasional.(*/UAS)