Logo
>

BPH Migas Siaga, Jamin Stabilitas Energi hingga Arus Balik Lebaran

Koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna menjamin pasokan energi tetap stabil hingga akhir masa siaga Lebaran 2026

Ditulis oleh Pramirvan Datu
BPH Migas Siaga, Jamin Stabilitas Energi hingga Arus Balik Lebaran
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), sebagai Koordinator Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), sebagai Koordinator Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah, memastikan ketersediaan energi selama puncak arus mudik dapat terjaga dengan aman dan terkendali.

Anggota Komite BPH Migas sekaligus Ketua Tim Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna menjamin pasokan energi tetap stabil hingga akhir masa siaga Lebaran 2026.

Sinergi tersebut, menurutnya, menjadi fondasi utama agar distribusi energi kepada masyarakat berlangsung tanpa hambatan berarti. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi video yang digelar dari Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Erika turut memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan aktif menjaga kelancaran pasokan energi sejak awal periode posko hingga puncak arus mudik pertama pada Rabu, 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran.

“Puncak arus mudik pertama dapat kita lalui dengan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, laporan harian dari setiap subsektor terus disampaikan kepada Menteri ESDM sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dan evaluasi berkelanjutan demi memastikan keamanan serta kenyamanan masyarakat.

Setiap pemangku kepentingan, lanjutnya, telah melaporkan kondisi terkini dari sektor bahan bakar minyak (BBM), gas bumi, ketenagalistrikan, hingga potensi kebencanaan geologi. Dengan demikian, seluruh aspek dinilai berada dalam kondisi aman dan andal. Ia pun menegaskan kesiapan menghadapi puncak arus mudik berikutnya serta periode arus balik.

Dalam forum yang sama, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan di wilayah Aceh dan Sumatera bagian utara (Sumbagut) yang masih dalam fase pemulihan pascabencana. Ia menilai potensi lonjakan permintaan BBM di kawasan tersebut perlu diantisipasi secara cermat.

Menurutnya, arus pemudik ke wilayah tersebut tidak hanya berasal dari Sumatera, tetapi juga dari Jawa, sehingga tekanan terhadap pasokan energi berpotensi meningkat. Selain itu, ia juga menyinggung potensi kepanikan masyarakat yang dapat memicu aksi pembelian berlebih. Untuk itu, skema reguler, alternatif, dan darurat (RAE) harus dioptimalkan secara konsisten.

Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief menilai rantai penyediaan dan distribusi BBM telah berjalan optimal, mulai dari proses pengolahan di kilang hingga penyaluran ke masyarakat. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran distribusi energi.

Di sektor gas bumi, penyaluran melalui jaringan pipa juga dilaporkan dalam kondisi stabil dan mencukupi. Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono mengimbau badan usaha untuk terus menjaga keandalan pasokan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran dengan nyaman.

Dari sisi hilir migas, PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan stok BBM dalam kondisi aman. Pasokan terus diperbarui setiap hari dari berbagai sumber, mulai dari kilang hingga terminal BBM, guna mengantisipasi lonjakan permintaan.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa selama periode RAFI, ketahanan stok BBM dan LPG berada pada level yang memadai. Hal ini didukung oleh distribusi yang berjalan lancar serta sistem logistik yang terjaga.

Selain itu, penyaluran gas bumi melalui jaringan pipa dan gas rumah tangga berlangsung normal tanpa gangguan. Infrastruktur gas juga dipastikan berada dalam kondisi aman dan andal sepanjang periode hari raya.

Di sektor ketenagalistrikan, Executive Vice President Operasi Sistem Ketenagalistrikan PT PLN (Persero), Jarot Setyawan, memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman selama masa siaga. Beban puncak saat Lebaran diperkirakan turun sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal, dengan cadangan daya yang memadai di seluruh sistem.

Sementara itu, dari aspek kebencanaan geologi, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyampaikan bahwa pemantauan intensif terus dilakukan, khususnya terhadap gunung api yang menunjukkan peningkatan aktivitas seperti Semeru, Marapi, dan Ili Lewolotok, serta potensi longsor di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Kegiatan konferensi posko RAFI ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, baik secara langsung maupun daring. Di antaranya perwakilan Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol, BMKG, Korps Lalu Lintas Polri, hingga sejumlah badan usaha energi seperti Pertamina, AKR, ExxonMobil, Shell, dan Pertagas.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi elemen krusial dalam memastikan distribusi energi tetap terjaga, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.