KABARBURSA.COM – Anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau SURGE (WIFI), PT Telemedia Komunikasi Pratama, menyatakan seluruh rangkaian Uji Laik Operasi (ULO) layanan Fixed Wireless Access (FWA) “IRA – Internet Rakyat” berbasis pita frekuensi 1,4 GHz telah selesai dilakukan di enam zona operasional di Indonesia.
Rampungnya seluruh proses ULO tersebut menjadi langkah penting bagi Perseroan untuk mempersiapkan grand launching layanan internet rakyat secara serentak sekaligus mempercepat implementasi komersial secara bertahap di berbagai wilayah operasional.
Penyelesaian ULO terakhir dilakukan di Zona 9 Papua pada 7–8 Mei 2026 dan Zona 10 Maluku pada 11–12 Mei 2026. Dengan demikian, seluruh pengujian operasional di enam zona resmi tuntas dengan hasil yang dinilai memuaskan.
Enam zona operasional tersebut mencakup wilayah Banten, DKI Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Maluku, hingga Maluku Utara.
Dalam pengujian menggunakan perangkat laptop dan ponsel di berbagai titik, layanan “IRA – Internet Rakyat” disebut mampu melampaui standar minimum kecepatan unduh yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia atau KOMDIGI.
Hasil pengujian menunjukkan kecepatan internet hingga 100 Mbps pada sejumlah titik tertentu. Selain kecepatan, kualitas koneksi juga dinilai stabil dengan latency yang baik serta kemampuan multi-device yang optimal untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, pendidikan, hingga usaha kecil.
Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama sekaligus Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Shannedy Ong, mengatakan penyelesaian ULO di seluruh wilayah operasional menjadi tonggak penting bagi kesiapan layanan internet rakyat milik Perseroan.
“Penyelesaian ULO di enam zona menjadi milestone penting bagi kami,” ujar Shannedy dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia mengatakan Perseroan kini semakin siap mempersiapkan grand launching layanan IRA secara serentak di seluruh wilayah operasional.
“Kami ingin masyarakat menikmati internet cepat dan terjangkau secara lebih merata,” katanya.
Keberhasilan penyelesaian ULO di Papua dan Maluku juga menunjukkan kesiapan teknologi FWA berbasis frekuensi 1,4 GHz untuk diterapkan di berbagai kondisi geografis Indonesia, termasuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur broadband berbasis kabel.
SURGE melalui PT Telemedia Komunikasi Pratama menilai akses internet berkualitas harus menjadi kebutuhan dasar yang dapat diakses lebih merata oleh masyarakat, termasuk di kawasan Indonesia timur.
Untuk mendukung peluncuran layanan secara luas, Perseroan menyatakan telah menyiapkan berbagai aspek operasional mulai dari kesiapan jaringan, perangkat pelanggan, rantai pasok deployment, sistem aktivasi pelanggan, hingga dukungan komersial.
Hingga saat ini, Perseroan telah mengoperasikan lebih dari 1.500 Base Transceiver Station (BTS) Radio Unit yang sudah on-air dan menjangkau lebih dari 80 kota dan kabupaten di wilayah operasional.
Capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi perluasan layanan komersial “IRA – Internet Rakyat” secara bertahap di seluruh Indonesia.
Penyelesaian ini menguatkan posisi PT Telemedia Komunikasi Pratama sebagai salah satu pelopor layanan Fixed Wireless Access berbasis pita frekuensi 1,4 GHz di Indonesia.
Frekuensi 1,4 GHz dinilai memiliki sejumlah keunggulan seperti penetrasi sinyal indoor yang kuat, cakupan jaringan lebih luas, kualitas koneksi stabil, hingga efisiensi pembangunan jaringan.
Melalui pemanfaatan spektrum tersebut, PT Solusi Sinergi Digital Tbk optimistis layanan broadband nirkabel dapat berkembang lebih cepat dan menjadi alternatif pemerataan akses internet nasional, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan fiber optik.
Bebarengan dengan penyelesaian anak usahanya, saham WIFI pada penutupan Senin, 18 Mei 2026 kemarin berada di level 2.150 per lembar.(*)